FAKTA – Pemkot Mojokerto akan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada kegiatan Sarasehan Pengembangan Pariwisata, pada Senin (26/3/2026( yang digelar di Ruang Sabha Mandala Madya Balaikota Mojokerto.
Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menandaskan jika salah satu strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, dengan penguatan sektor pariwisata, mengingat Kota Mojokerto memiliki keterbatasan sumber daya alam, sehingga sektor jasa dan perdagangan menjadi potensi utama.
Ning Ita menyebutkan jika ekonomi Kota Mojokerto sempat melambat hingga 2,79 persen pada 2023, akibat beberapa pabrik rokok mengalami penutupan. Namun saat ini kembali menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi, kini Kota Mojokerto berada pada kisaran 5,32 hingga 5,34 persen.
“Angka tersebut sebenarnya sudah berada pada titik normal pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto dan melalui penguatan sektor pariwisata serta peluang investasi yang kita buka seluas-luasnya kita berharap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat lebih cepat,” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan bahwa pengembangan pariwisata memiliki dampak luas terhadap berbagai sektor, mulai UMKM, industri kreatif, perhotelan hingga transportasi.
Dari sekitar 29 ribu UMKM yang ada di Kota Mojokerto lebih dari 16 ribu diantaranya bergerak di sektor kuliner yang sangat berkaitan dengan aktifitas pariwisata.
“Kalau kita kelola dengan baik, data menunjukkan progres yang positif. Kunjungan wisatawan meningkat, tingkat hunian hotel bertambah dan PAD dari sektor pariwisata juga terus naik,” ujarnya.
Kedepan, Pemkot Mojokerto akan menggelar One OPD one Event yang diharapkan mampu menarik lebih banyak investor, sekaligus meningkatkan aktivitas pariwisata daerah.
(Anang Rh)






