FAKTA – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, ditargetkan tuntas sebelum Hari Raya Idulfitri 2026. Pemerintah setempat menjadwalkan penyerahan unit secara bertahap mulai 25 Februari 2026.
Lokasi huntara berada di Desa Capar yang masih satu kecamatan dengan wilayah terdampak. Area tersebut telah melalui kajian geologi dan dinyatakan aman untuk ditempati para penyintas.
Proses verifikasi calon penerima kini tengah berlangsung. Tim gabungan dari Dinas Sosial Kabupaten Tegal, BPBD Kabupaten Tegal, serta pemerintah desa melakukan pendataan dan pengecekan lapangan pada 18–24 Februari 2026.

Pada tahap awal, petugas mendata ulang jumlah keluarga terdampak, kondisi rumah sebelumnya, hingga situasi sosial-ekonomi masing-masing calon penerima. Data khusus seperti keberadaan lansia, balita, dan penyandang disabilitas juga menjadi perhatian. Selanjutnya, dilakukan verifikasi administrasi dan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian data.
Pengumuman penerima dijadwalkan pada 22 Februari 2026 melalui posko pengungsian dan laman resmi Pemerintah Kabupaten Tegal. Dua hari setelahnya, calon penerima diminta melakukan daftar ulang sekaligus menentukan nomor unit.
Prioritas diberikan kepada keluarga dengan rumah rusak total tanpa tempat tinggal alternatif, keluarga dengan lansia di atas 65 tahun dan balita, penyandang disabilitas, serta warga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dari sisi konstruksi, unit huntara menggunakan model modular prefabrikasi sesuai pedoman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Setiap unit berukuran 4×6 meter dengan luas bangunan sekitar 22 meter persegi.
Struktur rangka memakai baja ringan galvanis, dinding panel berlapis isolasi, serta atap baja ringan dengan kemiringan yang dirancang untuk mendukung aliran air hujan. Setiap unit dilengkapi ruang utama multifungsi, kamar mandi mandiri, dapur kecil, serta instalasi listrik 450 VA dan sambungan air bersih.
Pembangunan dimulai sejak 5 Februari 2026 dengan sistem fabrikasi komponen di pabrik modular di Kabupaten Pemalang. Komponen dikirim menggunakan truk kontainer dan dirakit di lokasi dalam waktu sekitar 3–4 jam per unit. Hingga 17 Februari 2026, tercatat 285 unit telah berdiri dan memasuki tahap akhir pengerjaan.
Sebelum diserahterimakan, unit-unit tersebut menjalani pemeriksaan kualitas, termasuk uji kekuatan struktur dan ketahanan terhadap air. Hunian dirancang mampu menahan angin kencang dan genangan air, serta dilengkapi ventilasi untuk menjaga sirkulasi udara.
Penyerahan dilakukan dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama pada 25 Februari 2026 diperuntukkan bagi keluarga dengan lansia dan balita. Gelombang berikutnya menyasar penyandang disabilitas dan korban dengan rumah rusak total. Secara keseluruhan, sebanyak 450 unit ditargetkan rampung dan terdistribusi penuh pada 10 Maret 2026.
Selain hunian, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk sekolah sementara, layanan kesehatan darurat, hingga sarana ibadah dan pasar mini yang dijadwalkan mulai beroperasi pertengahan Maret.
Dengan percepatan pembangunan tersebut, pemerintah berharap warga terdampak dapat segera menempati hunian yang lebih aman dan layak sebelum momentum Lebaran tiba. (herman mo/F1)






