Majalahfakta.id – Masyarakat Blimbing Kelurahan Pucang Sewu, Kabupaten Pacitan melakukan aksi penutupan jalan karena pelaksana pengerjaan pendalaman bendungan di wilayah tersebut tidak peduli terhadap kondisi masyarakat.
Di masa pandemi yang menuntut masyarakat harus menjaga kesehatan akan tetapi pelaksana proyek pemerintah daerah dengan seenaknya membuat pencemaran udara karena jalan yang dilewati truck tidak diantisipasi agar tidak terjadi pencemaran.
Hery, tokoh pemuda dan masyarakat merasa gerah atas ulah pelaksana kegiatan terkait pencemaran udara.
“Karena hal ini akan menurunkan imun dan daya tahan tubuh masyarakat padahal varian covid baru mulai mengancam Indonesia”, kata Hery.
“Selain itu ada indikasi bahwa tanah uruk tersebut dijual juga menjadi sorotan masyarakat karena selain dibawa ke PU juga dibawa ke lingkungan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang tidak menutup kemungkinan itu ada motif ekonomi yang tidak sesuai dengan kontraknya. Padahal masyarakat sekitar masih banyak yang memerlukan”, ungkap Hery.
Winarno sebagai Banser juga merasa prihatin dan terpaksa melakukan penutupan bersama masyarakat dikarenakan kejengkelannya.
“Pemerintah Daerah segera turun tangan dan memperingatkan kepada pelaksana serta melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar ada titik temu yang baik, ” harap Winarno.
“Jika pelaksana proyek tidak menghiraukan dan tetap tidak peduli seperti pelaksana yang terdahulu maka jalan tersebut tetap akan kami tutup,” imbuh Winarno. (hsr)






