Dishub Jatim Pacu Target Zero ODOL 2027, Raih Penghargaan Mitra Sinergi Hubdat

Dirjen Hubdat, Irjen Pol. (Purn.) Aan Suhanan menyerahkan penghargaan kepada Kadishub Jatim Dr. Ir. Nyono. (Foto : Dishub Prov Jatim)

FAKTA – Komitmen Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan keandalan dan keselamatan angkutan jalan berbuah manis.

Dishub Jatim resmi menerima Penghargaan Mitra Sinergi Hubdat dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur.

Penyerahan penghargaan tersebut menjadi salah satu agenda krusial dalam gelaran East Java Land Transport Meeting (EJLTM) 2026 yang mengusung tema “Menuju Zero ODOL 2027 dan Transportasi Darat yang Berkeselamatan”.

Apresiasi dari jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ini diberikan atas rekam jejak, komitmen, serta kolaborasi aktif Dishub Jatim bersama instansi terkait dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menata tata kelola angkutan barang di wilayah Jawa Timur.

Isu keselamatan moda transportasi darat serta penanganan truk berdimensi dan bermuatan lebih alias Over Dimension Over Load (ODOL) memang menjadi salah satu tantangan terbesar sektor perhubungan di Jawa Timur.

Keberadaan kendaraan ODOL tidak hanya memicu kerusakan infrastruktur jalan secara masif, tetapi juga menjadi salah satu pemicu utama fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Untuk menjawab tantangan tersebut menuju target nasional Zero ODOL 2027, Dishub Jatim secara konsisten memperkuat berbagai langkah strategis.

Mulai dari integrasi pengawasan di jembatan timbang, penguatan digitalisasi uji berkala kendaraan bermotor (Uji KIR), peningkatan inspeksi keselamatan (ramp check) armada angkutan umum dan barang, hingga sosialisasi kesadaran berkendara bagi para pengusaha logistik.

Penyelenggaraan EJLTM 2026 ini diposisikan sebagai wadah penguat konsolidasi antara pemerintah daerah, kepolisian (Ditlantas), BPTD, akademisi, hingga asosiasi pengusaha angkutan barang dan penumpang di Jawa Timur.

Melalui penghargaan ini, Dishub Jatim berkomitmen untuk terus mempererat kolaborasi lintas sektor.

Langkah terpadu ini dinilai vital agar sistem transportasi darat di Jawa Timur tak hanya menjadi tulang punggung mobilitas warga dan logistik ekonomi, tetapi juga menjamin kenyamanan, ketertiban, serta keselamatan seluruh pengguna jalan. (nyo)