Disdik Provinsi Sulbar Beri Penjelasan Terkait Belum Tuntasnya Sejumlah Proyek Pembangunan Gedung SMA

Majalahfakta.id – Proyek pembangunan gedung SMA di Sulawesi Barat (Sulbar) yang melekat pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar dengan sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) anggaran APBN tahun 2021, dikabarkan masih ada proyek pembangunan kurang lebih 20 paket yang belum rampung hingga tahun 2022.

Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar, Muhammad Faezal mengatakan, masih ada proyek pembangunan sekolah yang menyeberang tahun dengan jumlah kurang lebih 20 paket dari 126 paket proyek pembangunan sekolah yang ada wilayah Sulbar, Senin, (14/02/2022).

Terkait keterlambatan proyek pembangunan SMA yang menyeberang tahun, diberlakukan denda kepada pihak rekanan dan juga diberlakukan pembobotan pekerjaan dan dibayarkan sesuai dengan progresnya.

“Proyek telah dinyatakan menyeberang tahun dan tidak mencapai 100 persen, kami bayarkan sesuai dengan bobotnya serta kena denda sesuai dengan aturan yang berlaku, “ jelas Muhammad Faezal.

Ia juga katakan proyek pembangunan sekolah yang kena denda itu, sampai saat ini masih berlangsung pekerjaannya sesuai dengan kesepakatan dan berharap sekolah itu ada asas manfaatnya dan bisa secepatnya dimanfaatkan pelajar.

Lebih lanjut Faezal mengatakan, meskipun proyek pembangunan sekolah ini rampung dan bisa digunakan, namun masih ada juga beberapa proyek sekolah yang deadlock antarpihak rekanan dengan pekerja, dimana setelah kegiatan proyek rampung ada pekerja tukang yang mengadu ke dinas pendidikan bahwa gajinya belum dibayarkan. 

Terkait batas denda yang diberikan kepada rekanan mengenai keterlambatan pekerjaan proyek pembangunan SMA, Muhammad Faezal katakan, tidak tahu menahu yang pastinya bulan Maret 2022, semua bangunan sekolah sudah bisa dimanfaatkan pelajar.

“Dan kalau soal itu, ada di tim PHO-nya, dan kalau belum 100 persen belum dibayarkan. Tapi kita harapkan proyek ini bisa rampung secepatnya pada bulan Maret ini, “ tutup Muhammad Faezal. (amk)