Daerah  

Dirjen Bina Marga SKPD TP Jabar Sigap Tangani Longsoran Ruas Cisomang-Padalarang

FAKTA – Warga desa Tenjolaut Kecamatan Cisomang terlihat lega. Setelah sekian lama di ruas jalan Nasional Cisomang – Padalarang  terdapat longsoran di bahu barat jalan sementara dibahu kirinya tidak ada saluran drainase. Maka warga sekitar sangat menghawatirkan kondisi tersebut apalagi ketika hujan.

Luapan air mengalir ke arah bahu barat jalan dimana disitu terdapat longsoran setinggi belasan meter. Lama kelamaan longsoran tersebut menjadi melebar. Ujar Susi pedagang yang rumah dan warungnya hanya beberapa meter segaris dengan lokasi longsoran tersebut.

Direktorat Bina Marga (BM) pada balai besar pelayanan jalan nasional wilayah DKI Jakarta – Jawa Barat (Jabar), melalui SKPD atau tugas pembantu BMPR Jabar, saat ini tengah mengerjakan penanganan longsoran jalan ruas jalan nasional.

Rencananya akhir tahun ini pekerjaan selesai sesuai kontrak kerja yang telah ditetapkan. Demikian dikatakan Djoni Sapari, ST, MT PPK, SKPD, Balai Besar Pelayanan Jalan Nasional ( BBPJN ) DKI – Jawa Barat Direktorat Bina Marga.

Lokasi penanganan longsoran tersebut terjadi di ruas jalan nasional Cisomang (batas) Padalarang, atau tepatnya berada di wilayah Desa Tenjolaut, Kecamatan Cisomang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Adapun anggaran proyek longsoran jalan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2023, sebesar Rp3 miliar.

Berdasarkan pantauan majalah FAKTA dan beberapa awak media lainnya, pekan lalu, sekitar pukul 21.00 WIB (malam).

Saat tim media tiba dilokasi longsoran tersebut, terlihat beberapa orang tengah mengerjakan pengecoran pondasi dasar.

Kemudian, berdasarkan pengamatan dilapangan, untuk arus lalu lintas kendaraan dilokasi longsoran jalan itu dilakukan dengan sistem buka tutup.

Salah seorang petugas dari perusahaan pelaksana CV ISTHIE menjelaskan bahwa panjang longsoran bahu jalan tersebut sekitar 48 meter, tinggi 4 meter.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa untuk saat ini pihak perusahaannya tengah mengerjakan pengecoran galian pondasi yang dalam sekitar 10 meter.

“Namun para pekerja mengerjakannya secara bertahap setiap malamnya, hanya menghabiskan 1 unit mobil ridmix yang membawa bahan coran,” tuturnya kepada awak media.

Sementara itu, cerita salah seorang warga yang ada di lokasi proyek, ia mengatakan bahwa longsoran tanah ini sudah dikerjakan beberapa bulan kebelakang ini.

Namun begitu, para warga setempat mengaku senang dengan mulai dikerjakannya proyek ini, karena kondisi longsoran jalan sudah cukup lama terjadi.

Selain seringkali terjadi kecelakaan dikala hujan. Dikhawatirkan kalau dibiarkan terlalu lama longsoran nya bisa melebar. (yos)