FAKTA – Sebagai upaya untuk memiliki obyek wisata yang bisa menarik minat wisata untuk berkunjung, dilakukan oleh warga masyarakat Dusun Kedaleman. Desa Bugasur Kedaleman. Kecamatan Gudo. Kabupaten Jombang .
Upaya tersebut diwujudkan dalam bentuk memanfaatkan kubangan bekas galian C yang sudah tidak digunakan lagi, kubangan itu cukup luas dan lebar, jika dilihat sekilas hampir menyerupai waduk selorejo yang ada di kota batu Kabupaten malang. Namun karena keberadaan kubangan tersebut yang terletak di samping kiri Kali konto itu belum tertata secara maksimal, hingga masih terkesan apa adanya namun oleh warga setempat sudah dimanfaatkan sebagai obyek wisata air.
Saat awak media mendatangi lokasi Senin ( 27/02/2023) tampak disebalah timur bantaran kali konto, telah berjejer sejumlah warkop dan dilengkapi pula dengan area karaoke, yang baru saja didirikan, hal itu terbukti dari bangunan warkop tersebut masih ada yang belum selesai pembangunannya, bahkan tampak beberapa orang pemilik warkop yang sedang menyelesaikan pembangunannya.
Begitu pula, ketika awak media mencoba naik ke atas bantaran kali konto sebelah barat, ternyata sepanjang bantaran kali konto sudah banyak berdiri warung yang menjajakan makanan ringan dan juga warung kopi, adapula yang belum ada penghuninya hanya warung kosong dan belum ditempati untuk berjualan.
Dari atas bantaran kali konto ini, terlihat jelas hamparan kubangan bekas tambang galian c yang cukup luas, tampak pula perahu – perahu yang sudah stan by untuk mengantarkan wisatawan mengarungi danau bekas galian tersebut.
Tampak ada empat buah perahu yang sedang berjajar di pangkalannya, dan awak menemui seorang tukang perahu Sugito ( 60 ) kepada awak media mengaku sepi penumpangnya, sehari terkadang hanya ada penumpang hanya tiga orang, dan per – orang dikenai ongkos Rp. 10 ribu, lebih jauh Sugito, mengaku hanya menjalankan perahu saja masalahnya perahunya milik orang lain bukan miliknya sendiri.
“Ya kalau dipikir – pikir ya jelas rugi, seharian, berangkat habis sholat subuh sampek sore hari hanya dapat 3 orang penumpang, tapi nau bagaimana lagi gak ada kerjaan ya jalani saja, meskipun resikonya cukup besar, salah satu contoh umpama ada penumpang jatuh dan tenggelam siapa yang bertanggung jawab, kendati sudah dilengkapi dengan jaket pelampung juga, tapi wong namanya kecelakaan itu kan tidak prediksi, dan lokasinya sepi pengunjung, menunggu ranai ya kapan ramainya ” keluh Sugito.
Sementara itu, awak media belum bisa mengkonfirmasi Kepala Desa Bugasur Kedaleman. Surawi (muk)






