FAKTA – Badai gelombang pasang air laut yang sudah berlangsung dua hari di lintasan Pelabuhan Pamatata, Bira, tak menjadi alasan berarti bagi tiga unit armada kapal ferry milik PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) Cabang Selayar, Sulawesi Selatan, yang tetap beroperasi melayani dan menyeberangkan penumpang serta armada kendaraan di kedua lintasan tersebut.
Kepala UPT Pelabuhan Pamatata, Syamsul Qadri mengonfirmasi, “kapal ferry KMP Takabonerate dioperasikan melayani arus balik penumpang lebaran trip pertama yang akan kembali ke daerah tujuan masing masing setelah bersilaturrahmi dengan keluarganya di Kabupaten Selayar”.
KMP Takabonerate, bertolak meninggalkan Pelabuhan Pamatata, menuju ke Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, sekira pukul 05.30 Wita, Selasa, (18/6/2024) pagi, terangnya kepada wartawan, via sambungan saluran telepon selular.
Kapal ferry yang sebelumnya dioperasikan melayani lintasan penyeberangan antarpulau antarkecamatan tersebut, tiba dan bersandar di Pelabuhan Bira, sekira pukul 07.30 Wita.
KMP Takabonerate bersama dua armada kapal ferry lainnya, tetap beroperasi dan berlayar, tanpa memperdulikan badai gelombang pasang air laut dan angin kencang yang mewarnai lintasan Pelabuhan Pamatata-Bira.
KMP Bontoharu yang mengangkut kurang lebih dua ratus orang penumpang, bersama puluhan unit kendaraan kecil (KK) dan sepeda motor, lego jangkar meninggalkan Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, berselang setengah jam, bersandarnya KMP Takabonerate.
Perjalanan pelayaran menuju Pelabuhan Pamatata dilalui armada KMP. Bontoharu selama kurang lebih tiga jam di atas badai gelombang pasang air laut yang mulai ‘menghempas sedari kapal bertolak, keluar dari bibir kolam pelabuhan.
Hal serupa dialami, KMP. Balibo yang berlayar dari Pelabuhan Pamatata menuju Pelabuhan Bira, pukul 09.20 Wita.
Kapal Ferry KMP Bontoharu sendiri, tiba dan bersandar di Pelabuhan Pamatata, pukul 10.58 Wita, usai dihantam badai selama hampir kurang lebih tiga jam.
Hantaman badai gelombang pasang air laut, turut dirasakan dua unit kapal tangker dan tugboat yang sempat berpapasan dengan KMP Balibo, dan Bontoharu.
Sementara itu, KMP Sangke Pallangga dan KMP Kormomolin, masing masing home base di Pelabuhan Bira dan Pamatata. (Fadly Syarif)






