Majalahfakta.id – Setelah ditelusuri Gapoktan yang berada di Kabupaten Pringsewu hampir rata-rata kesannya amburadul.
Hal tersebut kemungkinan besar kurangnya fungsi kontrol dari instansi terkait.
Terbukti saat majalahfakta.id terjun kelapangan bersama team (2/10/2021) ke pekon Gemaripah Kec. Pagelaran Kab. Pringsewu sekira pukul 16.00 WIB , ditemukan kejanggalan di pekon Gemahripah , terutama tentang pengelolaan dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). Diduga amburadul
Ketua Gapoktan Albertus Pian, tentang pengelolaan Dana Puap bantuan pemerintah pusat tahun 2012 semula mengakui dana tersebut aman , bahkan dana Rp 100 juta tersebut dikembangkan sampai membeli 1 alat mesin lagi.
Sehingga dana tersebut dalam Rekening Gapoktan tergolong aman akui Yajin , namun setelah ditelusuri dana tersebut sudah lama raib dipergunakan Albertus secara pribadi, yang ada di rekening Gapoktan tersisa Rp 274 ribu.
Lebih menyedihkan lagi pengakuan Albertus selaku Sekertaris Gapoktan maju makmur, ternyata albertus mengatakan dana aman ternyata sudah tidak ada, bahkan pengakuan albertus urusan dana ada di pegang oleh bendahara setelah di cek ke bendahara ternyata bendahara bpk.hariri sendiri , mengakui bahwa dirinya sudah lama mengundurkan diri dari bendahara gapoktan itu,
Soal jumlah dana waktu dirinya mengundurkan diri diserahkan ke Albertus sekira Rp 50 jutaan, awal tahun 2020.
“Jadi kalau dana tersebut habis dari rekening Gapoktan dirinya tidak mengetahui,” jelas hariri.
Saat dikonfirmasikan ke Ketua Albertus enggan bertemu, menurut keterangan Hariri, Ketua pun sudah lama mengundurkan diri dari Gapoktan , dan saat itu juga Albertus diam seribu bahasa,
Albertus, memegang dan mengelola dana puap Rp 100 juta. Dirangkap dirinya sendiri, sebagai Ketua, bendahara juga sekertaris Gapoktan Maju Makmur,
Kurangnya pengawasan dari instansi dinas itu sendiri sehingga banyak gapoktan di kabupaten pringsewu mangkir dan tidak berfungsi.( wis/her)






