Ekbis  

Dampak Konflik Timur Tengah, Kunjungan WNA di Ulun Danu Beratan Merosot 50%

Sejumlah wisatawan yang ada di Ulun Danu, Tabanan. (foto: faiz/majalahfakta.id)

FAKTA – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai memberikan tekanan nyata pada sektor pariwisata Bali. Destinasi wisata ikonik Ulun Danu Beratan di Bedugul mencatat penurunan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (WNA) hingga mencapai 50 persen dalam beberapa waktu terakhir.

Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, mengungkapkan bahwa angka kunjungan WNA yang sebelumnya rata-rata mencapai 600 orang per hari, kini merosot tajam menjadi sekitar 300 orang. Penurunan ini diduga kuat sebagai imbas dari situasi global yang memengaruhi mobilitas wisatawan internasional.

Wisatawan Domestik Jadi Penyeimbang
Meski pasar internasional melemah, angka kunjungan total di Ulun Danu Beratan tetap stabil berkat lonjakan wisatawan domestik (wisdom). Agus menyebutkan terjadi peningkatan kunjungan lokal hingga 50 persen, dengan angka harian berkisar antara 600 hingga 700 orang. Bahkan, sejak momentum libur Lebaran, total kunjungan harian sempat menyentuh angka 1.100 orang.

Agus Teja Saputra, Humas DTW Ulun Danu Beratan saat mengklarifikasi turunnya wisatawan. (foto: faiz/majalahfakta.id)

“Puncak kunjungan bisa terjadi pada hari Minggu atau Senin kemarin. Kami optimistis angka kunjungan bisa tembus hingga 1.500 wisatawan,” ujar Agus Teja Saputra pada Sabtu (21/3/2026).

Strategi Perkuat Pasar Jawa
Guna mengantisipasi penurunan pasar internasional yang berkelanjutan, pengelola DTW Ulun Danu Beratan kini lebih intens membidik wisatawan domestik melalui strategi “jemput bola”. Berbagai langkah promosi dilakukan, termasuk menggelar kegiatan bersama komunitas di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

“Kami sudah melakukan promosi di Surabaya, Semarang, dan Jogja. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pasar domestik agar kunjungan tetap stabil,” tambah Agus.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga geliat pariwisata di kawasan Bedugul, sekaligus memastikan Ulun Danu Beratan tetap menjadi destinasi favorit di tengah dinamika kondisi geopolitik dunia. (fa)