Daerah  

Bupati Padang Pariaman Pimpin Gotong Royong Normalisasi Sungai Batang Mangoi Selamatkan Masjid Bersejarah

Bupati John Kenedy Azis terjun langsun gotong royong di Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (4/1/2026).

FAKTA — Semangat gotong royong kembali menguat di Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (4/1/2026). Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) turun langsung ke aliran Sungai Batang Mangoi untuk bergabung bersama masyarakat melakukan normalisasi sungai yang mengalami pelebaran dan pendangkalan akibat banjir berkepanjangan.

Banjir yang melanda kawasan tersebut sejak November 2025 menyebabkan Sungai Batang Mangoi meluap dan menghantam Masjid Lubuk Bareh, masjid tertua di Sungai Sariak. Abrasi yang terus terjadi menggerus bantaran sungai dan mengancam bagian depan masjid yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat setempat.

“Masjid Lubuk Bareh ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah dan pusat kehidupan masyarakat. Kita tidak boleh membiarkannya rusak,” kata John Kenedy Azis di sela-sela kegiatan gotong royong.

Sebagai langkah cepat, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama masyarakat melakukan normalisasi sungai dengan mengalihkan aliran air menggunakan alat berat. Upaya tersebut dilakukan untuk menahan laju abrasi sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah terhadap bangunan masjid.

Dalam kegiatan itu, Bupati mengerahkan dua unit alat berat ekskavator yang direncanakan bekerja selama satu pekan. Selain itu, pemerintah daerah akan memasang bronjong sepanjang sekitar 150 meter untuk pengamanan Masjid Lubuk Bareh serta melakukan normalisasi dan pelurusan alur Sungai Batang Mangoi sepanjang kurang lebih 500 meter.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan, Bupati Padang Pariaman juga menyerahkan bantuan dana tunai sebesar Rp15 juta.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat, khususnya para perantau, agar cuaca tetap cerah sehingga pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai rencana,” ujar JKA.

Bupati menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kepedulian masyarakat Sungai Sariak. Sejak pagi hari, tokoh adat, pemuda, hingga warga sekitar tampak bahu-membahu dalam kegiatan tersebut, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup dan mengakar.

“Ini bukti bahwa ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, persoalan seberat apa pun dapat kita hadapi dan selesaikan,” pungkasnya. (ss)