FAKTA – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menghadiri Nuzulul Qur’an di Pendopo Widya Graha Tahun 1447 Hijriyah / 2026 M, dengan acara penuh hikmad dan khusuk, pada hari Senin (9/3/2026).
Acara Nuzululqur’an di Pendopo Widya Graha Ngawi tersebut, dihadiri oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Ngawi, Dwi Riyanto Jatmiko, Sekda Ngawi, Muhk Sodiq Triwidiyanto, Semua OPD dan pengurus Masjid dilingkungan Kabupen Ngawi
Ony Anwar Harsono, dalam pembukaan menyampaikan, pentingnya momentum Nuzulul Qur’an di peringati setiap tahun,agar kita bisa intropeksi diri, sejauhmana setelah bulan ramadhon yang kita laksanakan, harus bisa membawa impect lebih baik setelah kita Syawal ( bulan peningkatan), harus lebih baik daripada sebelumnya.
Ia menambahkan dalam memperingati Nuzulul Qur’an, bukan sekedar peringatan, namun harus di imani dan di hayati setiap waktu, sehingga bisa mengambil hikmah dari ahkaqul karimah,ketika Nabi Muhammada SAW. Menerima wahyu liwat Malaikat Jibril setiap waktu yang turun dalan waktu kondisional, pasti memberikan momentum bersejarah ini, supaya kita tahu mana yang hak, dan mana yang bathil, dan kalau mau selamat, dunia dan akherat, maka ikutilah Alqur’an dan Assunah, sehingga kita bisa meningkatkan iman dan taqwa bisa di implementasikan setiap hari, ujar Mas Ony
Maidhoh hasanah oleh Pengasuh PP Al-Amaniyah KH. Taufik Nur Aziz, menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah, dan rasa mahabah kita cinta kepada Rosululloh SAW, selalu mengucapkan banya membaca sholawat, semoga kita besuk di yaumil kiyamah mendapatkan syafaatnya, Aamiin
Momentum Nuzulul Qur’an kita peringati setiap tahun, ayat yang turun pertama kali pada bulan 17 Ramadhon diturun kepada Nabi Muhammad SAW,moment penting untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, agar kita selalu membaca Alqur’ an, agar kita di berikan petunjuk yang lurus, agar selamat di dunia dan akherat
Ia menambahkan dalam momentum Nuzululqur’an ini, pada bulan ramadhan di diturunkan Al-Qur’an agar kita mendapatkan petunjuk, mana benar, dan mana yang salah,dan barang siapa menyaksikan pada bulan ramadhan, diwajibkan puasa, agar menjadi orang yang Taqwa,” ujar Ustaz.
“Agar puasa kita bukan sia-sia hanya mendapatkan lapar dan dahaga, namun puasa kita bisa di terima oleh Alloh SWT, pertama,niatkan puasa yang benar, dan ikhlas menjalankanya, dengan puasa bisa diterimanya, maka akan mendapatkan Lailatul Qodar (ampunan seribu bulan) Semoga kita menjadi hamba yang muklis, dan acara selanjutnya di tutup doa,” tambahnya. (Zamhari)






