Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 1,2 Miliar, Hadiri Upacara Mendem Dasar Pura Puseh Pipitan, Canggu

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, didampingi Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, menyerahkan dana hibah di saat menghadiri upacara mendem dasar pembangunan utamaning mandala dan palinggih di Pura Puseh Pipitan Desa Canggu, Kuta Utara, Jumat (23/6).

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, didampingi Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, menyerahkan dana hibah di saat menghadiri upacara mendem dasar pembangunan utamaning mandala dan palinggih di Pura Puseh Pipitan Desa Canggu, Kuta Utara, Jumat (23/6).

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, didampingi Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, menyerahkan dana hibah di saat menghadiri upacara mendem dasar pembangunan utamaning mandala dan palinggih di Pura Puseh Pipitan Desa Canggu, Kuta Utara, Jumat (23/6).
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, didampingi Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, menyerahkan dana hibah di saat menghadiri upacara mendem dasar pembangunan utamaning mandala dan palinggih di Pura Puseh Pipitan Desa Canggu, Kuta Utara, Jumat (23/6).

BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta SSos menghadiri upacara mendem dasar pembangunan utamaning mandala dan palinggih di Pura Puseh Pipitan Desa Canggu, Kuta Utara, Jumat (23/6). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp 1,2 miliar. Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Camat Kuta Utara, A A Arimbawa, Perbekel Desa Canggu, Nengah Lana, Made Sudiana selaku Pamangku Pura Dalem Desa Canggu, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia pembangunan sekaligus Ketua Sub Adat Batu Bolong, Desa Canggu, I Nengah Sudarsana, melaporkan, Pura Puseh tersebut diempon tiga banjar, yakni Banjar Pipitan, Kayu Tulang, dan Uma Buluh dengan jumlah penduduk 260 KK atau 1.100 jiwa. Adapun pembangunan pura tersebut sudah dimulai dari tahun 2015, berupa tembok panyengker, kori agung, bale kulkul, palinggih Ida Patapakan, dan bale gong yang menghabiskan dana Rp 2,5 miliar. “Pada saat itu panitia mendapat bantuan dana dari Pemkab Badung sebesar Rp 350 juta, sedangkan sisanya bersumber dari iuran per KK Rp 4 juta,” ujarnya.

Sudarsana menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung atas bantuan dana hibah yang diberikan. Dari dana hibah Rp 1,2 miliar yang diserahkan Bupati Giri Prasta kemarin, kata dia, akan dipergunakan untuk melanjutkan pembangunan berupa utamaning mandala, enam palinggih, satu bale panjang, dan dua bale gagitaan.

“Saya berharap ada persamaan persepsi di antara kita, sehingga program PPNSB ini bisa sukses dan dapat mewujudkan indeks kebahagiaan masyarakat,” tandasnya.
“Saya berharap ada persamaan persepsi di antara kita, sehingga program PPNSB ini bisa sukses dan dapat mewujudkan indeks kebahagiaan masyarakat,” tandasnya.

“Pembangunan saat ini diperkirakan menghabiskan dana Rp 1,7 miliar. Karena Rp 1,2 miliar sudah dibantu Bapak Bupati, maka sisanya Rp 500 juta akan kami usahakan secara swadaya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Giri Prasta yang dikenal bares ini menyatakan akan berusaha membantu Rp 500 juta lagi. Dengan demikian, masyarakat tidak merasa terbebani dengan iuran. Hal ini tentu disambut hangat masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menekankan agar masyarakat Badung, khususnya Canggu, senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam membantu menyukseskan pembangunan di Badung. Apalagi kini pemerintah tengah fokus melaksanakan program kebijakan prorakyat melalui program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dengan lima skala prioritas yang meliputi bidang sandang, pangan dan papan; bidang kesehatan dan pendidikan; bidang jaminan sosial dan tenaga kerja; bidang seni, adat, agama dan budaya; dan bidang pariwisata. Hal ini telah digulirkan dalam beberapa program seperti subsidi bagi petani, penggratisan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Kartu Badung Sehat (KBS), pendidikan gratis, bantuan bedah rumah, bantuan pembangunan tempat suci dan kesenian, dan berbagai festival budaya guna meningkatkan minat wisatawan datang ke ‘Gumi Keris’.

Berkenaan dengan hal itu, bupati asal Pelaga, Petang, Badung, ini berharap terjalin sinergi berupa persamaan persepsi dan tujuan antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan Badung. Ibarat filosofi tarian barong yang sakral, kata dia, antara kepala dan ekornya senantiasa selaras sehingga memperlihatkan keindahan. “Saya berharap ada persamaan persepsi di antara kita, sehingga program PPNSB ini bisa sukses dan dapat mewujudkan indeks kebahagiaan masyarakat,” tandasnya. (Rilis)

ADVERTISE

1 min read326 kali dibaca