Bunyikan Okokan, Wabup Suiasa Resmi Tutup Gita Raja Arts Festival

Wabup Badung, I Ketut Suiasa, secara resmi menutup kegiatan Gita Raja Arts Festival yang ditandai dengan membunyikan okokan di stage terbuka Museum Yadnya, Mengwi, Minggu malam (28/5).

Wabup Badung, I Ketut Suiasa, secara resmi menutup kegiatan Gita Raja Arts Festival yang ditandai dengan membunyikan okokan di stage terbuka Museum Yadnya, Mengwi, Minggu malam (28/5).

Wabup Badung, I Ketut Suiasa, secara resmi menutup kegiatan Gita Raja Arts Festival yang ditandai dengan membunyikan okokan di stage terbuka Museum Yadnya, Mengwi, Minggu malam (28/5).
Wabup Badung, I Ketut Suiasa, secara resmi menutup kegiatan Gita Raja Arts Festival yang ditandai dengan membunyikan okokan di stage terbuka Museum Yadnya, Mengwi, Minggu malam (28/5).

WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa secara resmi menutup kegiatan Gita Raja Arts Festival yang diselenggarakan serangkaian HUT ke-1 Yayasan Pancer Langit, di stage terbuka Museum Yadnya, Mengwi, Minggu malam (28/5). Penutupan ditandai dengan membunyikan okokan oleh Wabup Suiasa yang diiringi puluhan penabuh okokan. Acara tersebut dihadiri Kadis Pariwisata Badung, I Made Badra, Camat Mengwi, I Gst Ngr Gede Jaya Saputra, Listibiya Badung, Penasihat Yayasan Pancer Langit, Letkol Marinir Kadek Sumanila, dan Jro Sepuh Satya Buana, Pembina Yayasan Pancer Langit, A A Gede Rahma Putra, serta seniman yang tergabung dalam Yayasan Pancer Langit.

Ketua Panitia, Komang Agus Candra Wirama, melaporkan bahwa melalui Gita Raja Arts Festival diharapkan seni budaya sebagai wadah berkreatifitas dan mengolah diri demi terbentuknya insan yang berprestasi, berkarakter, berkepribadian, berbudaya dan bermartabat.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini yaitu ingin menyediakan wadah kepada para seniman untuk menunjukkan bakat-bakat yang dimiliki. Selain itu ingin meningkatkan kesadaran akan pentingnya Gita untuk melestarikan seni budaya yang ada di Bali. Ditambahkan, dalam Gita Raja Arts Festival juga diadakan workshop tari, workshop panahan tradisional dan lomba seni seperti lomba tari Jauk Manis dan Mekendang tunggal se-Bali, tari Teruna Jaya, lomba gender berpasangan dan lomba panahan tradisional.

Wabup Badung, I Ketut Suiasa, menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba saat penutupan kegiatan Gita Raja Arts Festival di stage terbuka Museum Yadnya, Mengwi, Minggu malam (28/5).
Wabup Badung, I Ketut Suiasa, menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba saat penutupan kegiatan Gita Raja Arts Festival di stage terbuka Museum Yadnya, Mengwi, Minggu malam (28/5).

Sementara Wabup Suiasa menyampaikan bahwa kehadiran Pancer Langit ini sebuah anugerah yang diberikan oleh Ida Shang Hyang Widhi Wasa, lahirnya seniman di Pancer Langit merupakan orang-orang yang spesial karena tidak mudah dan gampang berdedikasi secara totalitas dalam bidang seni itu sendiri. “Untuk itu kami atas nama Pemkab Badung menyampaikan terima kasih kepada seluruh komunitas Pancer Langit yang mau totalitas berdedikasi dalam upaya mengawal dan melestarikan seni budaya kita, sekaligus telah menciptakan inovasi seni dengan penuh kreativitas dengan melibatkan berbagai generasi,” jelasnya.

"Pancer Langit sebagai duta budaya kita di nusantara dan di internasional".
“Pancer Langit sebagai duta budaya kita di nusantara dan di internasional”.

Kalau bicara tentang karakter, budaya adalah modal utama. Kepribadian itu muncul dengan baik dan kuat bila memiliki satu nilai budaya. Apa yang dilakukan Yayasan Pancer Langit ini tidak hanya berdedikasi dalam bidang seni, namun dedikasi mencetak generasi muda agar memiliki karakter yang kuat dalam hal mewarisi nilai budaya tersebut.

“Nusantara ini dipersatukan oleh budaya. Oleh karena itu Pancer Langit sejatinya komponen pemersatu bangsa, karena gebrakannya tidak hanya di Bali saja, namun sudah ke nusantara bahkan manca negara. Pancer Langit sebagai duta budaya kita di nusantara dan di internasional,’’ tegasnya.

Ditambahkan, ke depan Pemkab Badung tidak akan berdiam diri, karena pemkab telah memiliki komitmen kuat dalam melestarikan dan mengembangkan seni, adat, agama dan budaya di Badung. Dan ini sudah menjadi salah satu dari lima skala prioritas pembangunan di Badung. (Rilis)

ADVERTISE

1 min read172 kali dibaca