Daerah  

Bulan Suro untuk Usaha Dagang Sepi, Itu Hanya Mitos. Apa Anda Percaya?

Suasana jalan dilingkungan obyek wisata Baturaden, Banyumas Jawa Tengah terlihat hotel-hotelnya masih sepi pengunjung.

FAKTA – Ada sebagian pengusaha atau pedagang menganggap sebagai mitos, dalam bulan Suro usaha sepi. Itu adalah kepercayaan yang berkembang disebagian masyarakat Jawa. Masyarakat ada yang meyakini bahwa bulan Suro, yang bertepatan dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriah, adalah bulan yang dianggap keramat dan penuh dengan energi mistis. 

Namun demikian anggapan masyarakat, usaha di Bulan Suro menjadi sebuah kepercayaan. Seperti disampaikan oleh Sukamto (45), resepsionis di salah satu Hotel tempat Wisata Baturaden Banyumas, Jawa Tengah.

Menurutnya, dalam bulan ini kamar hotel banyak yang kosong. Para tamu baik dari sales maupun wisatawan jarang yang datang. Tidak seperti bulan-bulan lain, kamar hotel sering penuh dipesan tamu.

“Ini mungkin karena ada anggapan dari masyarakat dalam bulan Suro jarang orang bepergian. Jadi berpengaruh pada para pengusaha termasuk pengusaha perhotelan. Tapi pada tahun-tahun sebelumnya kalau di Bulan Suro memang agak sepi pengunjung,” ujar Sukamto saat ditemui di tempat kerjanya, Sabtu (5/7/2025 ).

Tambahnya, sekarang saja dari sekitar 17 kamar hotel hanya 7 kamar dipesan tamu. Biasanya mulai hari Selasa sampai Sabtu full kamar yang dipesan.

Kondisi lesunya usaha juga disampaikan Ahfi (58), sales alat-alat pertanian asal Tangerang. Ia menuturkan kondisi ekonomi sekarang jauh berbeda. Tingkat penjualan merosot tajam tidak seperti sebelumnya. Namun menurut Ahfi, penyebab tingkat penjualan menurun banyak disebabkan beberapa faktor.

Diantaranya adalah banyaknya toko-toko pertanian yang menjadi pelanggan tutup. Disamping muncul pesaing usaha sejenis bermunculan, otomatis ada persaingan harga. Dan yang lebih berpengaruh munculnya toko-toko online yang menawarkan harga lebih murah.

“Dulu Saya punya pelanggan sampai 200 toko dari Jawa Tengah sampai Jawa Timur. Saat ini tinggal 20 toko yang masih yang masih bertahan jadi pelanggan. Faktornya tadi yang Saya sampaikan. Tapi yang lebih dominan adalah munculnya toko online. Padahal sudah Saya sampaikan beli di toko online belum tentu ada jaminan kualitas. Bisa saja dua hari dipakai rusak, untuk pengembalian barangnya tentunya susah. Kalau beli di Saya jelas ada garansi, barang rusak langsung ditukar,” terangnya, saat ditemui di Hotel New Amerta Gading, Banyumas.

Apakah ada pengaruh merosotnya penjualan karana saat ini bulan Suro? Jawabnya simple, itu tinggal yang percaya. Tapi secara realistis dijelaskan, kondisi ekonomi sekarang sudah berbeda jauh dengan masa dulu, kata Ahfi yang sudah menekuni jualan usaha alat pertanian selama 17 tahun.

Mitos Bulan Suro untuk usaha sepi menurut Imam Riyadi, S.E., Kepala SMK Farmasi Permata Medika Tegal, penting untuk diingat bahwa anggapan ini hanyalah mitos dan kepercayaan, bukan fakta ilmiah. Dalam Islam, bulan Suro (Muharram) adalah salah satu bulan haram yang dimuliakan, dan tidak ada larangan khusus untuk melakukan kegiatan usaha atau memulai hal baru di bulan ini. 

Jadi, apakah usaha sepi di bulan Suro? Hal ini lebih terkait dengan persepsi dan keyakinan individu daripada fakta objektif. 

“Jika Anda meyakini mitos tersebut, mungkin Anda akan cenderung menghindari memulai usaha baru dibulan ini, tetapi jika Anda tidak mempercayainya, Anda dapat tetap menjalankan aktivitas usaha seperti biasa,” ujar Imam Riyadi.

“Penting untuk diingat bahwa rezeki dan keberhasilan dalam usaha lebih banyak ditentukan oleh kerja keras, strategi yang tepat, dan keberkahan dari Tuhan, bukan dari bulan dalam kalender,” pungkasnya. (sus)