banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Bu Risma Turun Urai Kemacetan Saat Hujan Deras

487 views


Walikota Surabaya, Tri Rismaharini atau Bu Risma
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini atau Bu Risma

SIAPA tak kenal dengan Tri Rismaharini yang akbar dipanggil Bu Risma sebagai sosok Walikota Surabaya peraih berbagai penghargaan tentang penataan lingkungan perkotaan ?

Kamis (13/3), warga Kota Surabaya diguyur hujan deras disertai angin kencang. Seluruh kota sejak pukul 14.00 WIB terguyur hujan berkapasitas tinggi dan mengkhawatirkan warga kota. Akibatnya, sejumlah jalan protokol di Surabaya mengalami banjir yang diperkirakan mencapai setengah meter. Tak urung kejadian ini membuat beberapa ruas jalan utama di Surabaya menjadi macet. Saat itulah sebuah kejadian tak terduga terjadi di tengah kemacetan lalu lintas. Seseorang yang memakai jas hujan berwarna kuning tampak berdiri di tengah kemacetan. Tubuhnya tak tinggi besar. Ia adalah seorang wanita. Ia adalah Bu Risma, Walikota Surabaya.

“Ya saya berusaha membantu mengurai kendaraan-kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang,” ujar Bu Risma.

Terlihat, Bu Risma ikut mengatur jalan di tikungan Gayungsari ke arah keluar Jl A Yani. Tak mempedulikan hujan deras yang mengguyur, Bu Risma berupaya keras  mengurai kemacetan yang luar biasa terjadi di jalan raya yang kerap kali memang sangat padat oleh volume kendaraan.

Sontak, para pengguna jalan dan warga Surabaya mengabadikan apa yang dilakukan Bu Risma itu dan menjadi ramai di sosial media.

Sebelumnya, Bu Risma juga terlihat mengatur lalu lintas di Kampung Wonorejo. Aksi Bu Risma ini membuat warga sekitar langsung melihat dan mendukung langkah walikota yang mengatur lalin di kampungnya tersebut.

“Betul Bu Walikota, truk-truk itu susah diatur Bu. Kami kesulitan jalan karena truk-truk itu mondar-mandir bikin debu berterbangan,” kata Salehudin, salah seorang warga Kota Surabaya yang kebetulan melintas.

Menurut Salehudin, truk-truk pengangkut tanah dan material bangunan itu mulai masuk melewati jalan kampung sekitar pukul 08.00 WIB hingga sore hari.

Umumnya, truk-truk tersebut membuat arus lalin di jalan kampung macet. Tidak jarang terjadi adu mulut antara warga dengan sopir truk proyek.

“Bu Walikota sudah tahu sendiri kondisi di sini, mudah-mudahan akan ada kebijakan pengaturan sehingga warga tidak susah terus,” ucapnya penuh harap.

Hal yang sama disampaikan warga lainnya, Bambang. Menurut Bambang, banyaknya truk yang melewati jalan Kampung Wonorejo membuat jalan aspal selebar 3 meter menjadi bergelombang. Jika sudah begitu, ketika hujan turun jalan beraspal itu menjadi becek dan licin. “Kalau sudah begitu warga hanya mengeluh saja tanpa bisa berbuat apa pun,” tuturnya.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Surabaya memicu genangan air di berbagai titik di jantung Kota Pahlawan. Imbasnya, penumpukan kemacetan lalu lintas tak bisa dihindarkan. Dan, seperti kebiasaan sebelumnya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, pun segera turun ke lapangan. Turunnya orang nomor satu di Surabaya ini untuk memantau anak buahnya dalam mengendalikan genangan air hujan agar segera surut.

Selain membersihkan selokan, Bu Risma juga terlihat turun di Jalan Panglima Sudirman untuk ikut mengurai padatnya antrean kendaraan agar tak terjadi kemacetan. Bu Risma yang saat itu mengenakan jas hujan kuning tidak segan-segan mengarahkan kendaraan agar tidak saling serobot.

Tidak hanya Bu Risma yang turun keliling memantau imbas hujan deras, namun semua pejabat diperintahkannya menuju lokasi-lokasi yang rawan banjir. Misalnya di Surabaya barat yang menjadi prioritas penanganan banjir, khususnya di Desa Sumberejo dan kawasan Gendong di Kecamatan Pakal. Di dua kawasan itu, ratusan aparat Satpol PP dan Linmas dikerahkan.

Di kawasan Gendong terlihat sembilan truk satpol PP yang hilir-mudik mengangkut ratusan warga yang motornya mogok terjebak banjir setinggi 60 cm. Proses evakuasi pengendara motor tersebut dipimpin langsung Kasatpol PP, Irvan Widyanto.

Karena cuaca yang dingin dan banyaknya warga yang diangkut truk, membuat Irvan mengambil inisiatif dengan membagi-bagikan nasi bungkus dan teh panas yang dikemas dalam kantong plastik. Irvan sendiri dan anak buahnya basah-kuyup karena tidak mengenakan jas hujan.

Begitu pula di Desa Sumberejo. Dua perahu milik Linmas disiagakan untuk mengantisipasi sewaktu-waktu dilakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam akibat luapan Kali Lamong di Gresik. Hingga malam, ratusan anggota Satpol PP dan Linmas masih belum tuntas dan terus melakukan proses evakuasi warga melewati akses yang menghubungan Gresik ke Pakal dan Benowo tersebut. (F.809) www.majalahfaktaonline.blogspot.com / www.majalahfaktanew.blogspot.com