Majalahfakta.id – Sejak tingginya permintaan peti mati di tengah pandemi Covid-19, sejumlah pengusaha mebel pun banyak yang banting setir. Meski semula banyak yang mengaku sekadar coba – coba, namun setelah menggeluti ternyata penghasilan yang didapat relatif menggiurkan.
Sutris, satu diantara pengusaha mebel di kawasan Menur yang mengaku mendapat berkah di tengah pandemi Covid-19. Lebih lanjut Sutris mengatakan, sebenarnya pandemi Covid-19 pula yang meruntuhkan bisnisnya hingga nyaris gulung tikar.
Baca Juga : Ponorogo Kota PKL, Face Off HOS Cokroaminoto Dianggap Jadi Ancaman
Sejak diterpa pandemi Covid-19, Sutris mengaku tidak ada lagi pesanan mebel. “Sehingga saya berupaya untuk tetap eksis dan bertahan dengan mencari peluang lain namun tetap di dunia permebelan. Peluang tersebut ternyata bisnis peti mati,” ujar Sutris, Jumat (25/6/2021).
Dalam sehari, ia bersama sejumlah pekerjanya bisa menyelesaikan 25 peti mati dari sebuah rumah sakit milik pemerintah di Surabaya. Permintaan peti mati pun tidak berasal dari Surabaya. Menurut keterangannya, baru – baru ini ada permintaan 1.000 peti mati dari Sidoarjo. “Tapi permintaan ini tidak bisa saya layani, karena sudah tidak mampu melayani pesanan dari luar,” ungkap Sutris.
Baca Juga : Digagalkan Petugas, Upaya Penyelundupan Ganja Kering ke Lapas Kelas I Surabaya
Kendati pesanan peti mati bisa menjadi peluang bisnis menggiurkan dan primadona buat para pengusaha mebel, Sutris berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Karena pengusaha ini tidak ada duka lagi di masyarakat terkait tingginya angka kematian dari pasien Covid-19.
“Imbauan untuk seluruh masyarakat tetap patuhi aturan dari pemerintah terkait prokes, jangan dianggap remeh. Ayo kita saling menjaga supaya wabah ini segera berlalu dan perekonomian menjadi kembali normal dan bisa lagi menjadi pengrajin Mebel seperti semula,” pungkas Sutris. (rud/ren)






