FAKTA – Keluarga Besar Majelis Dzikir Ayatul Kursy Karanggeneng memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H/2024 bertempat di halaman rumah salah satu pencetus majelis yang sudah berdiri sejak empat tahun lalu, di desa Kawistolegi, kecamatan Karanggeneng kabupaten Lamongan, Rabu (25/9/2024).
Peringatan Maulid Nabi SAW ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhmmad SAW, serta kecintaan kita pada Rasulullah ” sehingga bisa menjadikan keteguhan hati kita semakin mencintai Nabi Muhammad Saw.
Dalam Mewujudkan manusia yang Religius yang mampu menerapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari, maka Majelis Dzikir Ayatul Kursy sengaja membuat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Disamping sebagai memperat ukhuwah sesama muslim juga merupakan rutinitas kegiatan setiap tahun, yang juga dihadiri anggota masyarakat sekitar.
Dalam kata sambutannya Ustadz Khotibul Umam menyampaikan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini momentum yang tepat dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
“Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad. Dan selayaknya peringatan ini kita jadikan momentum untuk lebih baik lagi dari sebelumnya, yakni meningkatkan ketaqwaan kita pada Allah SWT”. Ujarnya.
Lebih lanjut dirinya juga meminta secara khusus kepada anggota jamaah dzikir Ayatul Kursy serta hadirin untuk senantiasa meneladani perilaku Rosulullah Muhammad Saw.
Ustadz khotibul Umam juga memberikan motivasi dan pencerahan agar jamaah yang berprofesi sebagai prajurit baik TNI maupun Polri serta ASN, bisa menjalankan tugas dengan lebih baik lagi, dimana ia di tugaskan, tentunya harus selalu berpegang pada ajaran serta tuntunan Rasulullah.
Dalam ceramah peringatan Maulid Nabi 1446 H/2024 M, Ustadz Khotibul Umam mengatakan bahwa peringatan ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad SAW. Tidak hanya kita ucapkan saja tetapi lebih dari itu harus di buktikan dengan perilaku yang baik sebagaimana yang di ajarkan Rosulullah.
“Peringatan Maulid ini merupakan salah satu bentuk rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat Nabi Muhammad, sudah selayaknya kita meneladani setiap perilaku Nabi Muhammad Saw. Bagaimana cara bersikap, bertindak serta kehidupan bermasyarakat bisa saling menghormati, marilah kita meniru perilaku beliau” ujarnya.
“Jangan pernah sombong dengan jabatan dan harta yang kita miliki. Karena semua itu hanya titipan dari Allah. Jaman boleh berubah tapi iman jangan sampai goyah.Jaman boleh berganti tapi iman tidak boleh mati. Laksanakan tugas kewajiban dengan baik dan ikhlas dan perbanyak sholawat, insyaallah semua rejeki menanti” sambung Ustadz berasal dari pulau garam tersebut.
Selain ceramah agama, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw , di Desa Kawistolegi kecamatan Karanggeneng Lamongan juga dimeriahkan oleh Tim Banjari Al Huda, Binaan ustadz Anam dari Desa Karangrejo.
Salah satu panitia Anam , yang dikonfirmasi awak media ini mengatakan bahwa majelis dzikir Ayatul Kursy di Karanggeneng, sudah melaksanakan kegiatan ini setiap tahun dan merupakan rutinitas yang harus dipertahankan karena kecintaan umat Islam pada Nabinya jadi sudah menjadi kesepakatan antar anggota majelis meskipun dengan iuran gotong royong demi terlaksananya kegiatan tersebut.
“Kegiatan maulid Nabi Muhammad Saw. Ini merupakan kecintaan umat Islam pada Nabinya, semoga Majelis Dzikir Ayatul Kursy, selalu bisa terus melakukan kegiatan seperti ini disamping sebagai ukhuwah dan mempererat tali silaturahmi antar anggota jam’iyah juga dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Selanjutnya , untuk mempererat hubungan jama’ah keberadaan majelis ini sangat bermanfaat dengan kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Rabu malam dengan cara bergantian di rumah anggota. (Ari)






