FAKTA – Kegiatan Pemeliharaan jalan Panjunan – Bangsri 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo lewat satuan kerja Dinas Pekerjaaan Umum Binamarga dan Pengairan, dengan sistem pengadaan langsung menunjuk pada rekanan penyedia jasa pelaksana dan jasa pengawas terindikasi bekerja setengah hati.
Pasalnya hasil dari kegiatan tersebut tidak maksimal kualitas mutu, selain material yang terlepas juga mengalami ambles, dan mulai berlubang. Hal ini dikuatkan ungkapan warga sekitar, Iwan (56) mengeluhkan, “Proyek tambal sulam jalan ini dikerjakan seperti bermain-main mas, jalan lubang hanya ditambal begitu saja, ada yang pemadatan material di gilas alat berat (tandem roller) ada yang tidak, selain itu aspalnya sangat tipis, sehingga mudah merotoli materialnya (agregat kasar/halus), berhamburan di badan jalan, ya nanti saat lebaran, jalanan ini berlubang lagi tentunya,” keluhnya.
Hal ini disikapi Yoscan pemerhati lingkungan anti korupsi. “Inilah fakta yang terjadi pemeliharaan jalan Panjunan – Bangsri dengan nilai pagu Rp300juta, adalah salah satu contoh penyimpangan yang merugikan negara, dimana hal ini sangat kami sangat menduga telah terjadi konspirasi oknum pelaksana ataupun pengawas dan oknum oknum ditubuh PU Binamarga dan Pengairan, karena banyak pelanggaran baik bahan material ataupun metode teknis pelaksanaannya, meskipun ini adalah program prioritas, kegiatan ini terindikasi hanyalah sebuah judul,” ungkap Yoscan.
Terkait tuduhan konspirasi pelaksana, pengawas yang dituduhkan ada ditubuh PU Binamarga dan Pengairan, awak media ini berkonfirmasi beberapa kali ke Mahmud, S.H., M.M. melalui selulernya, belum terjawab alias tutup mulut hingga berita ini ditayangkan. (Lik)






