Semua  

BEKAS LOKALISASI SEMAMPIR KOTA KEDIRI AKHIRNYA DIHANCURKAN

Bangunan di eks lokalisasi Semampir saat dihancurkan dan Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Permana.
Bangunan di eks lokalisasi Semampir saat dihancurkan dan Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Permana.

PROGRAM Walikota Kediri, Mas Abu, benar-benar terwujud. Bangunan eks lokalisasi Semampir pada Kamis (15/12) akhirnya benar-benar dihancurkan sehingga tempat bordil terbesar di Kota Kediri itu pun kini tinggal kenangan. Tiga excavator yang dikerahkan, dalam waktu singkat mampu merobohkan puluhan rumah warga hingga rata dengan tanah.

Warga mengakui tanah yang ditempati memang merupakan tanah SHP. Namun warga menempati tanah itu karena direlokasi oleh Pemkot Kediri pada tahun 1970-an. “Kami bangun rumah ini dengan biaya puluhan juta rupiah dan sekarang tinggal kenangan,” ungkap salah seorang warga setempat sedih kepada Achmad Faried dari FAKTA.

Dari pantauan FAKTA di lokasi, tidak ada perlawanan dari warga. Mereka tampak  pasrah saat rumahnya dirobohkan. Bahkan saat malam harinya tampak beberapa warga dengan menggunakan lampu senter berusaha mencari barang berharga di sela-sela reruntuhan bangunan yang sudah rata dengan tanah. Hingga sempat menjadi tontonan warga yang kebetulan melintas di jalan di mana ratusan bangunan tersebut dihancurkan. Sementara beberapa aparat keamanan masih terlihat berjaga-jaga di lokasi.

Sebelum dirobohkan, petugas melakuan sterilisasi di areal terdampak dan mengosongkan seluruh penghuninya. Termasuk sambungan listrik PLN-nya diputus terlebih dahulu. Dari sisa kamar terlihat kontruksi sebagai rumah bordil karena dilengkapi kamar mandi dan tempat tidur beton cor.

Petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan bersama Satpol PP Kota Kediri mengemasi barang milik warga RW 05 Semampir dan ditampung di Balai Kelurahan Semampir. Petugas harus mengemasi barang-barang milik warga satu per satu karena mayoritas warga belum mengemasi barangnya. Pengemasan barang dilakukan menggunakan kardus, tas plastik, dan alat seadanya. Barang-barang milik warga itu kemudian ditempeli nama pemiliknya dan diangkut dengan truk, pick up dan kendaraan lainya ke Balai Desa Kelurahan Semampir. Sedikitnya ada sekitar 261 KK dengan 800 penghuni di RW tersebut. Selain itu ada 227 bangunan di lahan eks lokalisasi Semampir.

Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Permana, saat dikonfirmasi FAKTA menjelaskan, lokasi penampungan barang milik warga dipusatkan di Balai Desa Kelurahan Semampir. “Sedangkan berapa warga yang ingin tinggal di tenda masih belum terdata,” ungkapnya. (F.627) www.majalahfaktaonline.blogspot.com / www.majalahfaktanew.blogspot.com / www.instagram.com/mdsnacks