Semua  

Baru Sebulan Dicanangkan Gubernur DIY, Pipa SPAM Regional Kartamantul Jebol

DIDUGA tidak kuat menahan tekanan air, jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Yogyakarta, Sleman dan Bantul (Kartamantul) dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantar ke bak preservoirenampungan (reservoir) interkoneksi Guwo, Pajangan, Bantul, Kamis malam (26/10) jebol satu titik di wilayah Argorejo, Sedayu, Bantul. Jebolnya pipa galvanis tersebut tepat sebulan sejak dicanangkan pemanfaatannya (fase 1) oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, tanggal 26 September lalu, di IPA SPAM Regional Bantar, Argosari, Sedayu, Bantul. Keberadaan pipa tersebut berfungsi untuk mendisribusikan air olahan yang dipompa dari IPA Bantar ke atas menuju reservoir interkoneksi Guwo sebelum didistribusikan ke sejumlah pelanggan PDAM wilayah Bantul dan Sleman.

SPAM Regional Kartamantul direncanakan memiliki kapasitas 700 liter per detik dan dibagi menjadi dua tahap. Tahap I sebesar 400 liter/detik yang dibagi menjadi dua fase, masing-masing fase sebesar 200 liter/detik. Proses pembangunan SPAM Kartamantul Tahap I dimulai sejak tahun 2014-2015, di mana telah dibangun IPA fase 1 berkapasitas 200 liter/detik dan sudah melayani sebanyak 9.250 SR (sambungan rumah) dari target sebanyak 16.000 SR.

Ketika dikonfirmasi terkait persoalan ini melalui pesan singkat, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPESDM DIY, M Mansyur ST MSi, kepada FAKTA menyatakan,“tadi pagi sdh sy perintahkan cek lapangan…p darwanto dkk…” Namun, ketika dikejar kapasitasnya sebagai apa ? Bukankah p darwanto sudah pensiun, melalui SMS pada intinya Mansyur mengatakan,“saya mintai tolong saja untuk cek lapangan”.

Darwanto sendiri dalam catatan FAKTA saat masih dinas setahun lalu menjabat Kasi Air Minum Bidang Cipta Karya Dinas PUP-ESDM DIY dan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) terkait program kegiatan tersebut.

Menurut keterangan salah satu narasumber FAKTA yang identitasnya minta dirahasiakan,“Karena ahlinya P Darwanto, walau sudah pensiun masih diminta mengawal regional”. Masih menurut sumber ini, penanganan mulai intake Sungai Progo terus ke IPA Progo lanjut perpipaan sampai dengan reservoir Guwo jadi tanggung jawab regional atau dalam hal ini Balai PISAM.

Sayang Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Perkotaan (Balai PISAM)  Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) D I Yogyakarta, Kuspramono, tidak mau angkat telepon saat dihubungi ponselnya. Bahkan berulang kali panggilan telepon dari wartawan Majalah FAKTA Online  diabaikan. Begitu pula dengan SMS yang dikirimkan wartawan Majalah FAKTA Online ini.

Meski terkesan ditutupi namun keberadaan jebolnya pipa SPAM Regional Kartamantul yang sekali lagi baru sebulan dicanangkan penggunaannya ini, ternyata terpantau warga setempat dan menarik perhatian beberapa pihak.

Salah satunya jajaran Muspika Kecamatan Sedayu, melalui medsos, Camat Sedayu, Drs Fauzan Mu’arifin, bersama jajarannya pagi itu meninjau lokasi. “Cek SPAM yang jebol..Penyebabnya krn arus balik dr atas. Pagi ini akan diperbaiki. Ndilalah ketemu p heri dari SPAM,” tulis Fauzan di wall facebooknya (27/10).

Tulisan tersebut mendapatkan berbagai tanggapan dari para netizen lainnya. Saat FAKTA memantau lokasi terlihat para pekerja sedang berupaya memperbaiki kondisi pipa yang jebol tersebut. Namun mereka enggan memberi keterangan apa-apa selain mengatakan teman mereka yang lain termasuk orang dinas baru persiapan jumatan sekaligus mencari dongkrak untuk upaya perbaikan.

Menurut keterangan beberapa warga sekitar yang ditemui FAKTA, mereka sempat kaget mendengar bunyi suara ledakan dari arah jembatan saat pipa tersebut diketahui jebol, disusul suara derasnya air mengalir dari kedua ujung pipa. “Untung jebolnya di samping jembatan sehingga airnya bisa langsung mengalir ke sungai yang ada di bawahnya” jelas salah satu warga (Fajar Rianto)