Majalahfakta.id – Bupati Brebes Idza Priyanti melakukan peletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pasar Seng di Jalan KH Ahmad Dahlan barat terminal atau sebelah timur SMA Muhamadiyah Bumiayu, Brebes, Kamis (30/06/2022).
Acara tersebut diawali pemberian santunan berupa bingkisan kepada kaum duafa dan anak yatim piatu. Pembangunan pasar tersebut sebagai pengganti Pasar PKL eks Kantor PSDA Hulu Kalierang, utara Mapolsek Bumiayu, yang sampai saat ini masih beroperasi seperti pasar pada umumnya.
“Alhamdulillah Pemda Brebes telah memulai pembangunan Pasar Kalierang yang baru,” tuturnya.
Bupati mengungkapkan pembangunan pasar ini penting dilakukan. Karena akan bisa memberikan manfaat yang banyak dalam tata pusat kota Bumiayu. “Tentu ini akan mengurangi kemacetan lalu lintas di tengah kota Bumiayu. Karena trotoar dan jalan akan lebih tertib. Nanti Pasar Kalierang akan dijadikan ruang terbuka hijau, jadi kota akan segar dan lebih hijau,” jelas Bupati.
Para pedagang yang akan dipindahkan ke Pasar Seng mencapai 1.280 orang. Di antaranya, 175 pedagang PKL yang berjualan di trotoar Kalierang. Untuk lokasi pasar merupakan lahan milik Pemprov Jateng. Sedangkan retribusi pasar akan masuk kas dengan dibagi dua yakni 70 persen untuk Pemda Brebes dan 30 persen untuk Pemprov Jateng.
Kepala Dinas PU Brebes Sutaryono mengatakan, total luas pasar sekitar 4.950 meter persegi. Dengan dibagi antara untuk pasar dan area parkir kendaraan. Brebes Idza Priyanti,SE,MH minta kepada pihak rekanan pelaksana proyek pembangunan Pasar Seng Bumiayu untuk menggunakan jasa pawang hujan. Ia menyebut, kendala cuaca menjadikan pertimbangan untuk memilih pawang hujan.
“Karena memang dua bulan berjalan, kendala cuaca yang sering turun hujan. Sehingga pawang hujan bisa dipilih menjadi upaya. Kalau ada pawangnya, hujan bisa digeser dulu. Karena pembangunan pasar ini menjadi harapan bagi ribuan masyarakat Brebes Selatan terkait sarana prasarana yang layak dan nyaman,” kata Idza Priyanti di hadapan ratusan warga sekitar lokasi pasar saat kegiatan Peletakan Batu pertama (groundbreaking) .
“Total anggaran Rp 13,5 miliar. Untuk target selesai pekerjaan bulan Oktober 2022 mendatang,” kata Sutaryono.
Ia pun mengingatkan kepada rekanan untuk bekerja dengan seefektif mungkin. Diharapkan agar pembangunan pasar ini memenuhi target pada 17 Oktober mendatang.
“Memang ada kendala cuaca, aspek bangunan agar dapat dikejar dan jangan lupa aspek sosial sekitar lokasi pekerjaan juga harus diperhatikan (keselamatannya),” katanya.
Sementara pihak rekanan proyek dari CV Surya Abadi, Slamet Riyadi, mengaku optimis pekerjaan pembangunan Pasar Seng Bumiayu akan memenuhi target selesai tepat mutu dan waktu.
“Kami optimis akan selesai tepat waktu, karena kami terus memantau kemajuan pembangunan. Dan juga kami optimis pekerjaan akan memenuhi target yang telah ditetapkan. Karena untuk pekerja, bahan material, transportasi dan peralatan distribusinya lancar dan lengkap,” kata Slamet. (dun)






