Daerah  

Bangun Kesadaran Pegawai Pemprov Sulbar Terhadap Bencana, Dilakukan Simulasi EWS

Penjabat Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh melakukan uji coba sirine EWS dan berlangsung lancar.

FAKTA – Puluhan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mendadak panik setelah terdengar bunyi sirine Early Warning System (EWS), Selasa (21/11/2024).

Beberapa pegawai kaget dan sontak berhamburan lari ke luar ruangan. Suasana tersebut terjadi saat simulasi sirine peringatan dini dilaksanakan di kompleks perkantoran Pemprov Sulbar.

Pj Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh melakukan uji coba sirine EWS dan berlangsung lancar. Tujuh simulasi dilakukan dengan membunyikan sirene pada pukul 08.05 WITA.

“Saya kaget mendengarkan bunyi sirine tadi dan ketika orang keluar berhamburan kantor saya ikut keluar, teryata kita simulasi. Ini sangat bagus apalagi Sulbar memang rawan bencana, dan banyak korban gempa karena ketidaktahuan dan panik kita menghadapi bencana, selama ini kita sebagai masyarakat tidak diberikan mitigasi,” ucap Risma, salah seorang ASN Pemprov Sulbar.

Penjabat Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh mengatakan simulasi tersebut sebagai bentuk upaya tanggap dan tangguh bencana.

“Perilaku tanggap bencana ini harus dibangun sejak dini, maka saya mengajak Kalaksa BPBD membangun sistem. Kita bangun awareness, kepedulian seluruh ASN dan pegawai di Pemprov jika terjadi bencana apa yang harus dilakukan, maka kita latih dengan bunyi sirine,” ujar Zudan.

“Ketika ada bunyi sirine apa yang dilakukan, ke mana harus menyelamatkan diri maka ditentukan tempat yang aman yang telah ditentukan,” sambung dia.

Menurut Zudan, simulasi itu akan rutin digelar setiap pekan untuk membangun kesadaran pegawai Pemprov Sulbar saat terjadi bencana, seperti gempa bumi.

“Minggu depan akan latihan lagi,” ucap dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar Amir Maricar menambahkan, sirine EWS tersebut merupakan sistem khusus yang dipersiapkan ketika terjadi bencana. Dia menyebutkan, pengoperasian peralatan itu juga didukung oleh tim yang memiliki kemampuan yang mumpuni.

“Sudah seharusnya, baik BPBD kabupaten maupun provinsi harus ada sirene EWS ini,” kata dia.

“Banyak korban katena kepanikan, kepanikan itu karena tidak tahu apa yang harus merekalakukan. Dengan simulasi ini, kita akan tahu bagaimana mengatasi setiap terjadi bencana, dan korban kita bisa minimalisir,” tutup Amir.