Anggaran Operasional Suroboyo Bus, Diminta Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

Selain itu, lanjut dia, anggaran operasional bus tidak sepadan dengan jumlah penumpang yang sangat minim.  Bahkan, Imam melihat sendiri, sepanjang perjalanan dari Jembatan Merah sampai Joyoboyo, hanya ada dua penumpang Suroboyo Bus.

“Mereka ini bukan pekerja sektor esensial maupun kritikal. Hanya sekedar ingin jalan-jalan,” ujarnya.

Lebih baik, menurut Imam, anggarannya dialihkan untuk memberi bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19 selama PKKM Darurat.

Baca Juga : Hari Gini, Masih Ada Pemotongan Bansos di Kendal, Ngawi

“Saat ini ada 18 bus yang beroperasional. Lumayan kalau anggaran BBM-nya untuk membeli sembako kemudian disalurkan ke masyarakat,” ujarnya.

Imam menekankan supaya,  Pemkot Surabaya benar-benar memperhatikan kebutuhan pokok masyarakat di masa PPKM Darurat. “Kasihan banyak masyarakat yang tidak bisa bekerja, bekerja mereka dibatasi. Kasihan para pekerja harian,” katanya.

ADVERTISE

1 min read121 kali dibaca