Daerah  

Andre Rosiade Nilai Huntara Batang Anai Terbaik di Sumbar, Layak Jadi Hunian Tetap

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi kualitas pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

FAKTA — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi kualitas pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Ia menilai Huntara tersebut layak huni dan menjadi salah satu yang terbaik di Sumatera Barat.

Apresiasi itu disampaikan Andre saat meninjau langsung progres pembangunan Huntara Batang Anai, Senin, 19 Januari 2026. Pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana tersebut telah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan dilakukan bersama rombongan Komisi VI DPR RI, didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, serta jajaran pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) yang terlibat dalam proyek tersebut.

“Sebagai pimpinan Komisi VI DPR RI, kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Nindya Karya bersama BUMN lainnya. Huntara Batang Anai ini kami nilai sebagai salah satu Huntara terbaik di Sumatera Barat,” kata Andre di lokasi.

Menurut dia, pembangunan Huntara Batang Anai mencerminkan kehadiran negara dalam menjamin perlindungan dan pemulihan warga terdampak bencana. Andre menyebut hunian tersebut telah memenuhi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait standar bangunan yang layak dan manusiawi.

Andre menjelaskan, Huntara Batang Anai dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kenyamanan, seperti tinggi bangunan mencapai tiga meter, plafon, kipas angin, kasur, lemari, hingga akses WiFi gratis. “Dengan fasilitas ini, warga bisa tinggal dengan aman, nyaman, dan bermartabat selama masa pemulihan,” ujarnya.

Selain unit hunian, kawasan Huntara Batang Anai juga dilengkapi balai pertemuan warga, area bermain anak, serta lapangan mini soccer. Andre menilai kelengkapan fasilitas tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat melalui BUMN dalam mempercepat rehabilitasi pascabencana.

Dalam kesempatan itu, Andre juga membuka peluang agar Huntara Batang Anai ke depan dapat ditingkatkan statusnya menjadi hunian tetap (Huntap). Namun, rencana tersebut masih menunggu kejelasan status lahan yang saat ini merupakan aset Balai Wilayah Sungai Sumatera V di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat, DPR RI, dan BUMN dalam pembangunan Huntara di wilayahnya. Ia menyebut Huntara Batang Anai terdiri dari 40 unit dan direncanakan dapat dikembangkan menjadi Huntap.

“Alhamdulillah, saat ini sudah ada warga yang bersedia pindah dan menempati Huntara demi keselamatan dan kenyamanan mereka,” kata John Kenedy Azis.

Ia menambahkan, secara keseluruhan terdapat lima titik Huntara yang direncanakan di Kabupaten Padang Pariaman. Hingga kini, pembangunan telah terealisasi di dua lokasi, yakni Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam yang telah rampung, serta Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Menurut Bupati, respons masyarakat terhadap Huntara sangat positif. “Fasilitasnya dinilai lengkap dan memadai. Banyak warga yang sudah tidak sabar untuk segera menempati Huntara,” ujarnya.

Dua titik Huntara di Kabupaten Padang Pariaman tersebut direncanakan akan diresmikan dan mulai ditempati warga pada Sabtu, 25 Januari 2026. (ss)