Majalahfakta.id – Hasil pembangunan memang patut untuk dipublikasikan supaya masyarakat tahu hasil pembangunan baik fisik maupun non fisik.
Fisik seperti infrastrukur jalan sedangkan non fisik seperti kesehatan dan pendidikan. Terutama di desa pembangunan infrastruktur berkaitan erat dengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).
Baik publikasi langsung maupun lewat mitra media massa sangat baik untuk dilakukan, karena bagian dari milik publik agar bisa melihat, membaca dan mendengarnya.
Untuk tahun 2022 karena ada peraturan presiden 2021 nomor 104 , bahwa Dana desa 40 perse untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) secara langsung berkurang kemitraan dengan media massa, namun masih ada ruang untuk publikasi dan harus dilakukan dengan bijaksana.
“Untuk publikasi yang bersifat publik, melalui media massa biasanya di desa , yakni kepala desa bekerjasama dengan media cetak atau media online, untuk tahun ini 2022 beberapa kepala desa dalam lingkup di satu kecamatan, tidak mau lagi terulang kembali cara kerjasama yang kurang transparan dilakukan oleh oknum yang tidak tanggungjawab, dana publikasi yang dikumpulkan untuk rekan rekan mitra media dimanfaatkan pribadi oleh oknum yang mengaku koordinator desa oleh AZ per 2021 itu”, terang Lasirin Kepala Desa Babadan, Pangkur yang berjiwa keras dan lantang saat pernah ditemui media di kantornya.
“Saya sudah serahkan kurang lebih 36 juta saat itu 2021 untuk rekan rekan bayar di awal , e.. malah saya kena getah, katanya A Z koordinator media dan desa, oknum itu tak bertanggungungjawab”, tambahnya, ketika bertemu juga di kantor kecamatan dengan awak media ini.
Kerjasama akan tetap dilakukan meskipun dengan keterbatasan dana, dengan cara luwes, bijaksana serta secara langsung dengan mitra media bilamana dibutuhkan nantinya.
AZ pernah diingatkan oleh beberapa kades agar kemitraan yang dikumpulkan itu tepat oleh rekan media-media yang bertanggungjawab saat itu.
Sementara itu hal yang sama pernah diungkap oleh kepala desa Danguk, Karangjati beberapa waktu lalu, bahwa dirinya pernah diajak oleh AZ agar koordinasi namun dia ( Kades ) mengatakan bahwa dirinya sudah banyak kerjasama publikasi.
“Saya katakan di desa kami bersama rekan satu kecamatan sudah bekerjasama publikasi dan AZ sampai hari ini sulit dihubungi oleh rekan media,bahkan bila bertemu di suatu tempat memilih diam, “ ujar Unyil sapaan akrab Hadi Sudarno, ST. (tim)





