Daerah  

Akses Pantai Bingin Terhambat Pasca-Pembongkaran, Tangga ‘Breaker’ Jadi Solusi Sementara

FAKTA – Persoalan akses menuju Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kuta Selatan, yang sempat terkendala pasca-pembongkaran bangunan liar pada Juli 2025 kini mulai menemui titik terang. Anggota DPRD Badung, I Made Tomy Martana, mengusulkan pemasangan tangga sementara berupa tangga breaker guna memudahkan mobilitas wisatawan dan warga lokal.

Sebagai salah satu destinasi favorit di wilayah Kabupaten Badung, Pantai Bingin mengalami penurunan kunjungan yang cukup signifikan akibat akses turun yang sulit dan belum tertangani secara permanen. Kondisi tanah yang menurun dan terjal tidak hanya menyulitkan wisatawan, tetapi juga menghambat aktivitas masyarakat sekitar yang sangat bergantung pada laut.

Keluhan ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha penginapan dan sektor pariwisata di kawasan tersebut yang berharap adanya perbaikan segera agar roda ekonomi kembali normal.

Dalam peninjauannya ke lokasi pada Kamis sore (26/3), I Made Tomy Martana menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung telah merencanakan penataan permanen yang dijadwalkan mulai berjalan pada bulan Mei mendatang.

“Yang mana menurut Pak Bupati, ditata di bulan Mei. Menunggu proses penataan pantai Bingin ini, konsultan sudah menyanggupi untuk pembuatan tangga breaker sementara,” kata Tomy saat memantau area terdampak.

Pemasangan tangga sementara ini dinilai mendesak agar wisatawan memiliki pijakan kaki yang aman dan tidak langsung menyentuh tanah yang licin atau terjal. Tomy menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah adanya tindakan nyata di lapangan untuk membantu aktivitas warga.

“Kalaupun nanti sudah selesai, bagaimana hasilnya, yang penting kerja dulu. Sisanya rakyat yang menjadi juri,” tegas politisi asal Badung tersebut menutup keterangannya.

Tommy berharap solusi awal ini mampu mengembalikan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Bingin sembari menunggu proses penataan menyeluruh dari Pemkab Badung rampung sepenuhnya. (fa)