Solo, majalahfakta.id – Acara haul ke – 115 Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, di Solo, Sabtu 3 Oktober 2026 berlangsung khidmad.
Puluhan ribu jemaah datang dari seluruh Indonesia. Akibat banyaknya pengunjung, jamaah banyak yang mengikuti acara dari jalan – jalan sekitar masjid.
Mereka duduk beralas plastik, tak peduli panas matahari menyengat. Sebagian besar, mereka datang dari ujung timur Jawa Timur.
Terurama area basis Nahdhotul Ulama (NU) yang terkenal sebagai Tapal Kuda yakni : Banyuwangi, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo.
Mereka berdatangan menggunakan bus – bus besar dan mobil pribadi. Alun -alun Kidul (Alkid) dan Alun – alun Lor Keraton Surakaeta digunakan parkir.
“Saya selama sepuluh tahun ini tidak pernah absen mengikuti acara haul Habib Ali ini. Alhamdulillah saya sekeluarga diberi kesehatan dan rezeki lancar. Selama saya masih diberikan kesehatan. Saya akan terus mengikuti acara haul Habib Ali,” kata Siti Nurjanah (48 th).
Wanita ini datang sekeluarga beserta suami dan 3 anaknya. Pengunjung haul banyak datang dari Tapal Kuda Jawa Timur, karena selama hidupnya, alm Habib Ali gencar melakukan syi’ar Islam di daerah itu.
Rombongan dari Pasuruan, bahkan mengerahkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Ini Bupati Pasuruan juga membantu air mineral satu truk tronton,” ujar Rifki petugas BPBD Pasuruan.
Ratusan lapak darurat berjajar di sepanjang jalan Alun – alun dan jalan – jalan sekitar Jl. Kapten Mulyadi.
Sejak Jumat Jln. Kapten Mulyadi ditutup untuk semua jenis kendaraan. Pusat kegiatan haul berada di Masjid Riyad, di Jln. Kapten Mulyadi.
Acara haul meliputi : “rauhah”, yakni pembacaan Al-Qur’an, kajian tafsir, fiqih selama tiga hari.
Sabtu 3 Oktober adalah puncak acara, pembacaan manaqib/sejarahnya Habib Ali, ceramah ulama dan habaib.
Panitia menyediakan kuliner Arab berupa nasi kebuli. Untuk itu dilakukan penyembelihan kambing sebanyak 300 ekor.
Pada penutupan Minggu 4 Oktober, dilakukan pembacaan Maulid Simtudorror, karya Habib Ali. (Sub)






