FAKTA – Sidang perkara dugaan korupsi proyek pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali dilanjutkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (7/4/2026).
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan menghadirkan dua saksi kunci, yakni Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten OKU.
Jaksa KPK, Rahmat Irwan, mengatakan kedua pejabat tersebut telah dipanggil secara resmi untuk memberikan keterangan di persidangan PN Palembang
“Keduanya akan diperiksa sebagai saksi sesuai jadwal. Surat pemanggilan sudah kami sampaikan sebelumnya,” ujar Rahmat, Senin kepada wartawan (6/4/2026).
Menurut dia, keterangan Bupati dan Sekda dinilai penting untuk mengungkap fakta-fakta terkait dugaan aliran dana suap dalam proyek pokir yang menjerat dua terdakwa, Parwanto dan Robi Vitergo, yang merupakan anggota DPRD OKU.
Selain itu, jaksa juga akan menghadirkan sejumlah saksi lain guna memperkuat pembuktian. Saat ini, persidangan masih berada pada tahap pemeriksaan saksi.
Perkara ini bermula dari dugaan praktik suap dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Tahun Anggaran 2025.
Proses pembahasan anggaran saat itu disebut mengalami kebuntuan akibat konflik internal di DPRD yang terbagi dalam dua kubu, yakni kubu Bertaji (Bersama Teddy Marjito) dan kubu YPN YESS (Yudi Purna Nugraha Yenny Elita).
Dalam kondisi tersebut, muncul usulan paket proyek pokir senilai sekitar Rp45 miliar. Namun, karena tidak dapat dimasukkan langsung ke dalam struktur APBD, diduga terjadi kesepakatan pemberian fee proyek dari pihak rekanan kepada sejumlah anggota DPRD.
Dari skema tersebut, KPK menduga terdapat aliran dana suap sekitar Rp3,7 miliar untuk meloloskan kepentingan tertentu dalam penganggaran tersebut.
Kasus ini juga telah menyeret sejumlah pihak lain. Beberapa di antaranya telah divonis bersalah dalam perkara terpisah, seperti Nopriansyah serta anggota DPRD OKU lainnya, Umi Hartati, M. Fahruddin, dan Ferlan Juliansyah.
Selain itu, pihak swasta Sugeng dan M. Fauzi alias Pablo juga telah menjalani proses hukum atas keterlibatan mereka dalam perkara yang sama.
Dengan dijadwalkannya pemeriksaan Bupati dan Sekda OKU, persidangan kali ini diperkirakan menjadi momentum penting untuk mengungkap secara lebih jelas konstruksi perkara dugaan korupsi pokir tersebut.
Majelis hakim diharapkan dapat menggali keterangan para saksi secara komprehensif guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel. (Bambang MD)






