Lonjakan Arus Mudik dan Balik Jakarta 2026, 3,25 Juta Kendaraan Keluar Jakarta, Masuk Capai 2,98 Juta

Dalam periode 13 hingga 29 Maret 2026, sebanyak 3,25 juta kendaraan tercatat keluar dari Jakarta. Jumlah ini meningkat 18,43 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal. (Foto : Humas Polri/majalahfakta.id)

FAKTA – Pergerakan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 masih menunjukkan intensitas tinggi di jalur-jalur utama menuju dan dari Jakarta.

Data terbaru mencatat jutaan kendaraan telah melintasi gerbang keluar dan masuk Ibu Kota, meski angka tersebut belum sepenuhnya memenuhi proyeksi awal.

Dalam periode 13 hingga 29 Maret 2026, sebanyak 3,25 juta kendaraan tercatat keluar dari Jakarta. Jumlah ini meningkat 18,43 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke berbagai daerah.

Namun demikian, realisasi tersebut baru mencapai sekitar 92,3 persen dari total proyeksi arus keluar.

Artinya, masih ada potensi tambahan sekitar 273 ribu kendaraan yang diperkirakan belum meninggalkan Jakarta hingga akhir periode pengamatan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan pemudik masih akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Di sisi lain, arus balik juga mulai terlihat signifikan. Tercatat sebanyak 2,98 juta kendaraan telah memasuki Jakarta dalam periode yang sama.

Angka ini mengalami kenaikan sebesar 10,79 persen dibandingkan kondisi normal, menandakan bahwa gelombang kepulangan pemudik sudah mulai berjalan.

Meski demikian, jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta itu baru mencapai 88,1 persen dari proyeksi.

Dengan kata lain, masih terdapat sekitar 404 ribu kendaraan yang diperkirakan belum kembali ke Ibu Kota. Sisa pergerakan ini diprediksi akan memadati jalur-jalur utama dalam fase puncak arus balik.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dinamika lalu lintas selama musim mudik Lebaran 2026 belum sepenuhnya mereda.

Otoritas terkait pun diharapkan tetap siaga dalam mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, terutama pada periode arus balik yang berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik krusial.

Dengan angka pergerakan yang masih belum mencapai puncaknya, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan lebih cermat, guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur utama menuju Jakarta.