Daerah  

Halal Bihalal di Huntara Batang Anai: Dari Silaturahmi hingga Penguatan Ketahanan Pangan

Ketua DPRD Padang Pariaman dampingi Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta penebaran ratusan bibit ikan nila dan gurami ke kolam terpal bundar di hunian sementara (huntara) Batang Anai, Korong Talao Mundam, Nagari Katapiang, Rabu (1/4/2026). (foto: Pemkab Padang Pariaman/majalahfakta.id)

FAKTA — Nuansa kebersamaan khas Idul Fitri terasa kental di kawasan hunian sementara (huntara) Batang Anai, Nagari Katapiang, Rabu, 1 April 2026. Dalam balutan kegiatan silaturahmi dan Halal Bihalal yang diinisiasi Kapolda Sumatera Barat, agenda tersebut menjelma lebih dari sekadar temu ramah, ia menjadi panggung kolaborasi sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, hadir langsung bersama jajaran pemerintah daerah dan kepolisian. Dalam suasana hangat, kegiatan diisi dengan penebaran ratusan bibit ikan nila dan gurami ke kolam terpal bundar yang telah disiapkan di area huntara.

Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, menyebutkan sedikitnya 850 ekor bibit ikan ditebar sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan warga.

“Kami ingin kehadiran Polri dirasakan tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Tak berhenti pada sektor pangan, kegiatan juga dirangkai dengan penanaman pohon pelindung di sekitar kawasan huntara sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Bantuan sembako dan uang tunai turut disalurkan kepada warga, menambah dimensi sosial dari agenda tersebut.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengapresiasi langkah Kapolda dan jajarannya yang dinilai menunjukkan sinergi nyata antara aparat dan pemerintah daerah. “Bantuan ini sangat berarti, baik untuk ketahanan pangan maupun memperkuat semangat kebersamaan masyarakat,” kata dia.

Aprinaldi menilai momentum Halal Bihalal ini mencerminkan kekuatan utama masyarakat Minangkabau: gotong royong dan kepedulian sosial. Menurut dia, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera, terutama dalam konteks pemulihan pascabencana.

Kegiatan ditutup dengan makan bajamba bersama warga, tradisi khas Minangkabau yang menegaskan nilai egaliter dan kebersamaan. Di tengah keterbatasan huntara, semangat kolektif justru menemukan bentuknya yang paling otentik: berbagi, merawat, dan membangun harapan bersama. (SS)