Stok Beras Sulteng Aman, Serapan Diperkuat 2026

Pimwil Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke menegaskan stok beras aman hingga 8 bulan. (Foto: R. Nur/ majalahfakta.id)

FAKTA – Perum Bulog Wilayah Sulawesi Tengah memastikan ketersediaan stok beras daerah tetap aman di tengah tekanan eksternal berupa gejolak geopolitik di Timur Tengah dan ancaman fenomena El Nino ekstrem yang berpotensi memicu gangguan produksi pangan.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, menyatakan ketahanan stok beras saat ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar delapan bulan ke depan. Ketersediaan tersebut juga diperkuat pasokan dari wilayah produsen seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dalam rangka menjaga keseimbangan distribusi nasional.

“Stok beras Bulog Sulteng hingga saat ini aman, dengan ketahanan kurang lebih delapan bulan. Kami juga masih menerima pengiriman dari daerah penghasil untuk pemerataan stok,” ujar Jusri.

Di tingkat petani, Bulog Sulteng menargetkan optimalisasi penyerapan gabah dan beras sepanjang 2026. Upaya tersebut didukung proyeksi panen yang relatif tinggi di sejumlah wilayah, antara lain Parigi Moutong, Luwuk, Tolitoli, dan Morowali. Hingga akhir Maret 2026, realisasi serapan tercatat sekitar 1.000 ton.

“Dengan melihat potensi panen yang cukup besar, kami optimistis target penyerapan tahun ini dapat tercapai,” kata Jusri.

Penguatan serapan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan TNI, khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta penyuluh pertanian lapangan (PPL). Sinergi ini diarahkan untuk mempercepat proses penyerapan di lapangan sekaligus memastikan kualitas gabah memenuhi standar pengadaan. (R. Nur)