FAKTA – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram kembali membuat warga resah. Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko dan pengecer di Kecamatan Tempeh, Minggu (29/3/2026) siang tadi.
Dalam sidak tersebut, Bupati menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Harga LPG 3 kilogram di tingkat konsumen mencapai Rp20 ribu per tabung, sementara stok di sejumlah toko dilaporkan kosong, meskipun baru sehari sebelumnya mendapat kiriman dari pangkalan.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai ketersediaan gas bersubsidi di tingkat masyarakat.
Bunda Indah mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, distribusi dari pangkalan sebenarnya berjalan normal dan sesuai prosedur. Namun, tingginya kebutuhan masyarakat membuat stok LPG cepat habis di pasaran.
“Dari hasil sidak tadi, memang di beberapa toko harga LPG 3 kilogram dijual sekitar Rp20 ribu per tabung. Bahkan stoknya sudah kosong, padahal baru kemarin mereka menerima kiriman dari pangkalan,” ujar Bupati Lumajang Indah Amperawati kepada awak media.
Menurutnya, kondisi ini lebih dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat, terutama setelah momentum Lebaran yang membuat aktivitas rumah tangga dan usaha kecil meningkat tajam.
“Kalau dari sisi distribusi sebenarnya berjalan lancar dan sesuai prosedur. Namun kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi membuat LPG cepat habis di pasaran,” jelasnya.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan agar distribusi gas bersubsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat mempercepat habisnya stok di tingkat pengecer.
“Kami akan terus melakukan pengawasan di lapangan. Yang terpenting LPG subsidi ini harus benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Kelangkaan LPG 3 kilogram di Tempeh sendiri sudah mulai dikeluhkan warga dalam beberapa hari terakhir. Banyak warga harus berkeliling dari satu toko ke toko lain hanya untuk mendapatkan satu tabung gas.
Salah satu warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG karena stok di toko langganannya selalu habis.
“Biasanya beli di dekat rumah, tapi sekarang sering kosong. Kalau ada pun harganya sudah Rp20 ribu,” keluh seorang pembeli ibu rumah tangga.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan akan terus memantau distribusi LPG subsidi agar pasokan tetap stabil di masyarakat.
Sementara itu, warga berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat segera menemukan solusi agar kelangkaan gas melon tidak terus berulang, terutama ketika kebutuhan masyarakat sedang tinggi. (Fuad Afdlol)






