Muscab PKB Kota Batu Hasilkan 4 Nama dan Tegaskan Politik Kehadiran di Tengah Badai Disrupsi

Sejumlah tokoh PKB dan Ulama dalam acara pembukaan kegiatan Muscab PKB Kota Batu di Hotel Selecta. (Foto: F.1116/majalahfakta.id)

FAKTA – Di bawah langit sejuk Kota Batu, suhu politik di Hall Arjuna, Hotel Selecta, justru menghangat. Sabtu (28/3/2026), Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batu resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab). Agenda ini bukan sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan sebuah proklamasi kesiapan “Partai Hijau” dalam menghadapi lanskap politik 2029 yang kian disruptif dan pragmatis.

Lantai dansa politik Kota Batu hari itu dipenuhi oleh seluruh elemen kekuatan partai. Mulai dari akar rumput di tingkat Ranting, pengurus Anak Cabang (DPAC), hingga jajaran elit DPC. Kehadiran para Kiai sepuh sebagai pilar spiritual memberikan kekhidmatan tersendiri, menegaskan bahwa PKB tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren di tengah modernisasi zaman.

PKB Kota Batu menunjukkan kedewasaan berpolitik dengan membuka pintu lebar bagi para kompetitor. Seluruh pimpinan partai politik di Kota Batu, baik yang duduk di parlemen maupun non-parlemen, tampak hadir. Langkah inklusif ini dibaca sebagai upaya PKB menjaga harmonisasi di kota wisata ini.

Ketua DPC PKB Kota Batu yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas sinergi lintas partai tersebut.

“Terima kasih atas kolaborasi dalam menata demokrasi di Kota Batu sehingga proses politik berjalan kondusif, aman, dan menyejahterakan. Ini bukti bahwa pemimpin partai di sini sudah sangat dewasa,” ujar Nurochman dalam sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan.

Namun, pesan paling tajam datang dari DPP PKB yang disampaikan oleh Dr. Hj. Anggia Ermarini. Mewakili Ketua Umum Abdul Muhaimin Iskandar, Anggia mengingatkan bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Geopolitik global yang memanas hingga ancaman krisis energi mulai mengetuk pintu dapur rakyat.

“Rakyat tidak menunggu penjelasan panjang, mereka butuh kehadiran,” tegas Anggia. Ia memberikan peringatan keras kepada calon pengurus baru agar tidak hanya menaruh nama di dinding kantor DPC.

“Kalau kita isi struktur dengan orang yang tidak bergerak, kita sedang menyiapkan kelemahan kita sendiri. Ukuran kader bukan lagi siapa yang paling sering hadir di acara seremonial, tapi siapa yang paling cepat hadir saat rakyat sakit atau saat bantuan sosial macet,” tambahnya dengan nada menggigit.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Jatim, Drs. M. Subaidi, menekankan pentingnya PKB menjadi institusi layanan politik yang manusiawi. Salah satu fokus utamanya adalah komitmen terhadap lingkungan, sebuah isu yang sangat relevan bagi Kota Batu.

“Kota Batu, apelnya tidak semanis dulu. Ini masalah nyata di depan mata,” ujar Anggia menyambung pesan pusat. PKB diinstruksikan untuk serius menangani persoalan sampah dan pelestarian alam sebagai bagian dari jati diri Green Party.

Puncak dari Muscab ini adalah munculnya empat nama kuat yang akan diusulkan ke DPP PKB untuk menahkodai PKB Kota Batu periode 2026-2031. Berdasarkan hasil penjaringan DPW PKB Jatim, keempat figur tersebut adalah:

  • Nurochman, S.H., M.H., (Wali Kota Batu)
  • H.M. Didik Subianto, S.H., (Ketua DPRD Kota Batu)
  • M. Hasan Abdillah, M.Pd., (Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Batu)
  • Hj. Dewi Kartika, S.T., (Ketua Komisi C DPRD Kota Batu).

Keempat nama ini kini berada di meja DPP untuk diseleksi lebih lanjut. Siapa pun yang terpilih nanti, beban berat sudah menanti: memastikan PKB bukan sekadar kerumunan massa, melainkan barisan kader militan yang siap bertarung dan memenangkan hati rakyat pada Pemilu 2029 mendatang. (F.1116)