100 Hektare Lahan Terlantar Disiapkan, Bupati Padang Pariaman Dorong Lompatan Swasembada Pangan

Pertemuan niniak mamak dan tokoh masyarakat Nagari Tapakis, didampingi wali nagari serta camat setempat. Hadir pula Kapolres Padang Pariaman, Ahmad Faisol Amir, beserta jajaran, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), digelar di ruang kerja bupati di Komplek IKK Parit Malintang. (Foto: Syafrial Suger/majalahfakta.id)

FAKTA — Komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mendorong swasembada pangan kian menguat. Informasi dari niniak mamak di Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, mengenai keberadaan lahan terlantar langsung direspons cepat oleh Bupati John Kenedy Azis.

Pertemuan digelar di ruang kerja bupati di Komplek IKK Parit Malintang, dengan menghadirkan rombongan niniak mamak dan tokoh masyarakat Nagari Tapakis, didampingi wali nagari serta camat setempat. Hadir pula Kapolres Padang Pariaman, Ahmad Faisol Amir, beserta jajaran, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam pertemuan tersebut, terungkap potensi lahan tidur seluas sekitar 100 hektare yang berada di Korong Kalamuntuang dan Korong Batang Kambaru, Nagari Tapakis. Lahan tersebut direncanakan untuk pengembangan komoditas jagung sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah, dari informasi niniak mamak, terdapat sekitar 100 hektare lahan yang selama ini menganggur. Ini tentu menjadi peluang besar untuk kita optimalkan,” ujar John Kenedy Azis.

Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian akan segera melakukan verifikasi lapangan guna memastikan kondisi dan kesiapan lahan tersebut.

“Dalam waktu dekat kita akan turun bersama Kapolres untuk mengecek langsung. Hasilnya nanti akan dilaporkan kepada Kapolda untuk dikoordinasikan lebih lanjut, termasuk dukungan pengembangan,” katanya.

Menurut dia, optimalisasi lahan terlantar tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi solusi strategis bagi masyarakat, khususnya yang terdampak bencana dan kehilangan mata pencaharian.

“Kita ingin lahan yang tidak produktif ini bisa dimanfaatkan. Selain meningkatkan produksi, ini juga membuka lapangan kerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Langkah ini sekaligus mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan unsur masyarakat adat dalam memperkuat kemandirian pangan serta mempercepat pemulihan ekonomi di daerah.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap, pemanfaatan lahan tidur tersebut dapat segera direalisasikan sehingga memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. (ss)