FAKTA – Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih turun ke jalan berbagai kepada tukang becak dan ojek berupa minuman untuk memberikan bingkisan lebaran kepada Tukang Becak dan Tukang Ojek
Widia Ningsih seorang Pemimpin Humanis, Turun ke Bawah Demi Denyut Nadi Rakyat, Di era modern, sosok pemimpin yang ideal tidak lagi hanya duduk di balik meja kerja yang nyaman. Pemimpin yang dirindukan rakyat adalah mereka yang mau “mengotori sepatu”, turun langsung ke pasar, desa, dan pelosok, layaknya gaya blusukan yang sering ditunjukkan sosok Widia Ningsih mantan anggota DPRD Kabupaten Lahat 2 Priode ini, terus berdialog dengan rakyat
ia tidak ada jarak dekat ” wong cilik”
Mendengar Tanpa Sekat, Bertindak Tanpa Jarak. Dengan rendah hati ia memberikan bingkisan lebaran kepada Tukang Becak dan Tukang Ojek berupa minuman turun langsung Widia Ningsih membagikannya.
Widia Ningsih Pemimpin yang dekat dengan rakyat menjadikan interaksi sebagai fondasi kepemimpinan. Mereka hadir di tengah warga tanpa protokol yang kaku, siap mendengarkan aspirasi dari pedagang kecil, petani, hingga pelajar. Sikap terbuka ini membuat masyarakat merasa didengar dan dihargai, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah” kata Surya Kencana.SH Tokoh Masyarakat Kabupaten Lahat selaku kebijakan publik kepada FAKTA, Sabtu (21/3/2026).
Seperti yang dilakukan oleh wakil Bupati Lahat Widia Ningsih terus melakukan Blusukan: Solusi Cepat dari Lapangan
“Blusukan bukan sekadar simbolis, tapi alat kontrol kebijakan,” kata seorang pengamat kebijakan publik ia terinspirasi dari gaya kepemimpinan tambah” Surya,
” Ketika pemimpin turun langsung, mereka tidak hanya melihat data di atas kertas, tetapi merasakan denyut nadi kehidupan nyata. Hal ini memungkinkan perbaikan infrastruktur atau bantuan sosial (bansos) disalurkan langsung kepada yang benar-benar membutuhkan.
Widia seorang pemimpin yang dekat dengan rakyat dan Karakter Pemimpin “Sahabat Rakyat” Rendah Hati dan
Terbuka dan Tidak alergi kritik, justru menjadikan masukan warga sebagai evaluasi.
Ia Memahami karakter masyarakat setempat untuk membangun komunikasi yang hangat.
Hadir di Saat Sulit: Tidak hanya datang saat kampanye, tapi muncul di saat rakyat membutuhkan kehadiran seorang pemimpin seperti Widia Ningsih.
Dengan pendekatan yang humanis dan dekat dengan rakyat, pemimpin tidak hanya mendapatkan legitimasi, tetapi juga cinta dari rakyatnya. Kepemimpinan yang membumi adalah kunci menjaga harmoni dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Lahat ” Menata Kota Membangun Desa” yang kedepannya bisa mensejahterakan masyarakat kabupaten Lahat yang berkelanjutan. (Bambang MD)






