FAKTA – Polres Metro Bekasi terus melakukan razia knalpot yang tidak sesuai spesifikasi atau yang dikenal dengan knalpot brong selama bulan suci Ramadan. Razia knalpot tersebut dilakukan karena banyaknya keluhan dari masyarakat terkait kebisingan yang sangat meresahkan , khususnya pada malam hari.
Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Sumarni, menegaskan bahwa jajarannya langsung turun tangan merespons laporan warga.
“Kami dari Satlantas polres Metro Bekasi saat ini sedang menggalakkan razia knalpot yang tidak sesuai spesifikasi. Banyak komplain dari masyarakat soal kebisingan pada malam hari, sehingga kami langsung ambil tindakan,” ujar Sumarni dalam wawancara.
Dalam razia tersebut, pengendara yang kedapatan menggunakan knalpot brong langsung diminta mengganti knalpot di tempat. Sementara knalpot yang melanggar aturan akan disita dan dimusnahkan agar tidak digunakan kembali.
Tak hanya menindak pelanggaran lalu lintas, razia tersebut juga membuahkan hasil tak terduga. Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menghentikan dua pemuda berusia 19 hingga 22 tahun yang melintas di wilayah pos Kemalapit.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 23 paket sabu yang disembunyikan di dalam bungkus rokok milik salah satu pelaku.
“Kami amankan dua orang berinisial WW dan DN. Dari tangan mereka ditemukan 23 paket sabu yang sudah siap edar,” ungkap Kapolres.
Keduanya diketahui berasal dari wilayah Subang dan kini telah diamankan di Mapolres Metro Bekasi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi menduga keduanya berperan sebagai pengedar. Saat ini, Satreskrim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok dan peredaran barang haram tersebut.
Kapolres juga mengingatkan adanya tren peningkatan aktivitas balap liar dan penggunaan knalpot brong selama bulan Ramadan, khususnya pada malam akhir pekan.
“Biasanya trennya di bulan Ramadan mereka gunakan untuk trek-trekan, terutama malam weekend atau malam libur. Kami khawatir ini memicu balap liar, tawuran, geng motor, hingga aksi kriminalitas lainnya,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, jajaran Polres Metro Bekasi rutin menggelar patroli sahur sekaligus membantu membangunkan warga untuk santap sahur. Patroli ini juga difokuskan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar, tawuran, hingga kejahatan jalanan.
Polisi juga menggandeng masyarakat melalui siskamling di tingkat RT dan RW agar aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Masyarakat diimbau segera menghubungi layanan darurat 110 jika menemukan potensi gangguan keamanan.
“Kami akan respons cepat setiap laporan masyarakat. Ini kerja bersama demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres. (adit)






