Sambut Operasi Ketupat Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim Gencarkan Edukasi Lajur dan Tertibkan Angkutan Barang

Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, menjelaskan bahwa edukasi ini difokuskan pada pemahaman penggunaan lajur yang benar di jalan tol. (Foto : ist)

FAKTA – Menyambut pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim terus menggencarkan kampanye keselamatan berlalu lintas. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pembagian flyer imbauan penggunaan lajur kepada para pengguna jalan tol.

Kegiatan tersebut dilaksanakan jajaran Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) dengan menyasar kendaraan angkutan barang dan bus di sejumlah ruas tol sejak Minggu (15/2/2026) malam. Penertiban dilakukan secara serentak sebagai tindak lanjut arahan Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, guna meningkatkan ketertiban serta menekan angka kecelakaan dan kepadatan arus lalu lintas.

Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, menjelaskan bahwa edukasi ini difokuskan pada pemahaman penggunaan lajur yang benar di jalan tol. Dalam flyer yang dibagikan, pengemudi diingatkan agar memanfaatkan lajur kiri, khususnya bagi kendaraan bertonase besar dan kendaraan dengan kecepatan lebih rendah.

“Lajur kanan di jalan tol hanya digunakan untuk mendahului. Ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 108 ayat (2),” tegas Hendrix, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, Pasal 108 ayat (3) juga mengatur bahwa pada jalan dengan lebih dari satu lajur, lajur kiri diperuntukkan bagi kendaraan yang berjalan lebih lambat. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan lajur dinilai penting demi mencegah potensi kecelakaan.

Hendrix mengajak seluruh pengguna jalan, terutama pengemudi angkutan barang dan angkutan orang, untuk bersama-sama menjaga ketertiban saat melintas di jalan tol.

“Keselamatan diri sendiri dan orang lain adalah yang utama. Mari kita tertib agar perjalanan aman dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim, AKBP Edith Yuswo Widodo, menyebut kegiatan tersebut merupakan langkah preventif dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.

Menurutnya, edukasi dan pengawasan dilakukan tidak hanya di jalan tol, tetapi juga di jalan arteri yang memiliki lebih dari satu jalur. Penertiban kendaraan Over Dimension Overload (ODOL) turut menjadi fokus utama dalam operasi kali ini.

“Kami ingin masyarakat mematuhi aturan penggunaan jalur, baik di tol maupun jalan arteri. Keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” kata Edith.

Dengan masifnya sosialisasi ini, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan serta arus lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. (F1)