Daerah  

Alumni SMAN 1 Sungai Limau Menata Masa Depan, dari Pekanbaru ke Kampung Halaman

FAKTA – Karangan bunga berjejer di bahu Jalan Pepaya, Pekanbaru, Jumat, 6 Februari 2026. Hotel D’Lira Syariah tampak berbeda sejak pagi. Bukan pesta politik atau pernikahan elite, melainkan perhelatan yang digerakkan oleh ingatan kolektif dan harapan masa depan: pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Sungai Limau periode 2026–2031.

Ratusan alumni lintas angkatan dan lintas wilayah memadati ballroom hotel. Mereka datang dari Riau, Sumatera Barat, berbagai provinsi lain di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Di ruangan itu, nostalgia bersua dengan agenda besar—tentang bagaimana sebuah ikatan alumni tidak berhenti sebagai temu kangen, melainkan bertransformasi menjadi kekuatan sosial.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan Indonesia Raya dan lagu Minangkabau. Sejumlah kesenian tradisional Ranah Minang ditampilkan, menegaskan akar budaya yang tetap dibawa para alumni ke mana pun mereka merantau. Suasana hangat dan khidmat menjadi penanda: ini bukan sekadar seremoni, tetapi peneguhan identitas bersama.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Camat Sungai Limau Dawanis, Kepala SMA Negeri 1 Sungai Limau Fermazoni beserta guru-guru, Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau Dewy Arisanty, serta tokoh masyarakat. Kehadiran mereka memperlihatkan besarnya ekspektasi terhadap peran alumni dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah asal.

Pada puncak acara, AKBP Bainar, S.H., M.H. resmi dilantik sebagai Ketua DPP Alumni SMA Negeri 1 Sungai Limau periode 2026–2031. Tepuk tangan panjang mengiringi pengukuhan itu—sebuah mandat simbolik sekaligus beban harapan.

Dalam pidato perdananya, Bainar memaparkan tiga fokus utama kepengurusan lima tahun ke depan. Pertama, mengonsolidasikan alumni yang selama ini belum terdata dan terhubung. Kedua, memperkuat silaturahmi lintas generasi, baik di perantauan maupun di kampung halaman. Ketiga, memberi dukungan konkret kepada siswa SMA Negeri 1 Sungai Limau agar mampu bersaing secara global, baik secara akademik maupun non-akademik.

“DPP Alumni tidak boleh hanya menjadi ruang nostalgia. Ia harus menjadi kekuatan yang memberi manfaat nyata bagi alumni, sekolah, dan masyarakat Sungai Limau,” kata Bainar.

Ia juga mengungkapkan persebaran alumni yang nyaris menjangkau seluruh Indonesia hingga luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Tantangan ke depan, menurut dia, adalah membangun sistem koordinasi yang rapi agar potensi tersebut dapat dihimpun menjadi daya dorong bersama.

Kepala SMA Negeri 1 Sungai Limau, Fermazoni, menaruh harapan besar pada keberlanjutan ikatan alumni. Menurutnya, sinergi alumni dan sekolah merupakan kunci peningkatan mutu pendidikan.

“Kehadiran alumni yang berhasil akan menjadi bukti hidup bagi siswa bahwa anak-anak kampung juga mampu bersaing dan sukses,” ujarnya. Ia menambahkan, selama ini alumni telah banyak membantu siswa kurang mampu, dan kerja sama tersebut akan terus diperkuat.

Apresiasi juga datang dari Camat Sungai Limau, Dawanis. Ia menyebut kontribusi alumni, dari angkatan 1981 hingga 2025, telah memberi dampak nyata bagi generasi muda di daerahnya. Ia berharap kepengurusan baru segera menyusun program kerja lima tahunan yang terarah dan berkelanjutan.

“Kita berada di Riau, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Semoga ikatan alumni ini terus memberi manfaat dan diridai Allah SWT,” kata Dawanis.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau, Dewy Arisanty, turut menyampaikan ucapan selamat dan berharap kepengurusan baru mampu memperluas kontribusi sosial alumni, terutama dalam isu-isu perlindungan dan pengembangan anak.

Pelantikan DPP Alumni SMA Negeri 1 Sungai Limau periode 2026–2031 menandai babak baru perjalanan organisasi ini. Dari sebuah aula hotel di Pekanbaru, para alumni menata masa depan—menghubungkan perantauan dan kampung halaman, menyambungkan kenangan dengan kerja nyata. Jika konsolidasi ini berjalan konsisten, ikatan alumni tak hanya akan hidup dalam ingatan, tetapi juga dalam perubahan yang terasa. (ss)