FAKTA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Dukuh Jetak Desa Dukuhsembung Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, pada Selasa sore, 10 Februari 2026, menyebabkan terjadinya banjir lagi di kawasan permukiman warga. Peristiwa banjir tersebut terjadi di pemukiman dekat bantaran Kali Gung, Jetak RT 13 RW 03 Desa Dukuhsembung.
Berdasarkan keterangan dari Hadi Iswanto, tokoh masyarakat setempat, hujan deras terjadi sekitar Jam 17.00 WIB. Namun curah air hujan dari dari lereng Gunung Slamet mengakibatkan Kali Gung meluap. Meskipun luapkan di lingkungan Jetak masih berskala kecil, kejadian ini tetap berdampak pada aktivitas dan kenyamanan warga setempat.
Tambah Hadi, banjir tersebut berdampak langsung pada rumah milik Herman (56), seorang warga setempat yang tinggal bersama lima anggota keluarganya. Air dilaporkan masuk ke dalam rumah dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter, sementara genangan di halaman rumah mencapai kurang lebih 30 sentimeter.
Kondisi tersebut menyebabkan perabot rumah tangga dan lantai rumah menjadi basah, sehingga warga harus melakukan pembersihan setelah air surut. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, tuturnya.
Tutur Hadi lagi dirinya sebagai anggota dari Komnas LP-KPK melakukan assesmen di lapangan, terkait dampak banjir tersebut. Asesmen dianalisi mulai hujan deras yang turun sejak pukul 17.00 WIB dan mengakibatkan peningkatan debit air di kali Gung dan meluber di sekitar permukiman.
Adanya kondisi yang membahayakan, warga melakukan Reaksi Cepat melakukan peninjauan lokasi pada pukul 17.00 WIB melakukan pengamanan. Tindakan assesmen melakukan pendataan dampak, serta dokumentasi kejadian sebagai bahan laporan di Balai Desa Dukuhsembung. Setelah memastikan situasi dalam keadaan aman dan terkendali, warga koordinasi dengan pihak Ketua RT.13 untuk memastikan tidak terjadi genangan susulan.
Sementara Luqmanul Hakim, Ketua RT,13 RW 03 sesuai program akan melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan saluran yang tersumbat. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir serupa di kemudian hari, terutama saat curah hujan tinggi.
Seringnya terjadi luapkan air Kali Gung Wilayah Dukuh Jetak saat musim hujan, Luqmanul Hakim mengharapkan kepedulian Pemerintah Kabupaten Tegal untuk segera membangun talud. Sehingga warga tidak merasa was-was bila terjadi debit air Kali Gung meluber ke pemukiman,” pungkasnya. (sus)






