FAKTA – Polemik proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) mencuat setelah CV Setia Budi yang tercatat sebagai pemenang lelang justru tidak mengakui keterlibatan langsung dalam pengerjaan proyek tersebut. Hal ini terungkap saat wartawan Majalahfakta.id mengonfirmasi pihak yang disebut-sebut terkait dalam pelaksanaan proyek.
Riski, yang namanya kerap dikaitkan dengan CV Setia Budi, secara tegas membantah bahwa dirinya mengerjakan proyek PJU dimaksud. Ia bahkan mempertanyakan dasar konfirmasi yang mengarah kepadanya.
“Itu bukan punya saya yang ngerjakan. Saya wong Sidoarjo, sementara alamatnya kan Gresik,” kata Riski saat dikonfirmasi wartawan.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan, bantahan tersebut bukan kali pertama disampaikan. Menurut informasi yang dihimpun, Riski berulang kali tidak mengakui bahwa kegiatan proyek PJU itu dikerjakan olehnya, meski perusahaan yang disebut sebagai pemenang lelang tercatat secara administratif.
Yang menarik, dalam salah satu konfirmasi, Riski sempat melontarkan pertanyaan yang dinilai janggal oleh wartawan.
“Salahnya apa?” ujarnya singkat.
Sementara itu, sumber lain yang enggan disebutkan identitasnya dan hanya disebut berinisial E, mengungkapkan adanya tekanan agar persoalan ini tidak diberitakan ke publik.
“Cak, jangan dimuat, kasihan beliau. Sudah babak belur, anak buahnya juga lagi pusing pol,” ujar sumber tersebut menirukan pesan yang diterimanya.
Namun demikian, sumber E justru menilai publikasi pemberitaan lebih baik ketimbang persoalan ini berujung pada masalah hukum yang lebih serius.
“Kalau kamu beritakan ya nggak apa-apa. Daripada urusan sama wartawan, lebih baik urusan sama APH,” ucapnya.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Majid, pejabat di Dinas Perhubungan yang disebut memiliki keterkaitan dengan proyek PJU tersebut. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Majid meminta agar pemberitaan ditahan sembari dirinya melakukan koordinasi internal.
“Sabar dulu, saya akan koordinasi sama Riski sebagai vendornya. Betul-betul saya minta tolong, jangan sampai ada berita lagi,” pungkas Majid.
Pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi proyek, terutama menyangkut siapa pihak yang sesungguhnya mengerjakan pekerjaan di lapangan, serta sejauh mana pengawasan dilakukan oleh instansi terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dan terbuka mengenai mekanisme penunjukan pelaksana, hubungan antara pemenang lelang dan pihak yang bekerja di lapangan, serta kejelasan tanggung jawab hukum apabila ditemukan pelanggaran dalam proyek PJU tersebut.
Redaksi Majalahfakta.id akan terus menelusuri dan mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memastikan informasi yang berimbang serta menjaga kepentingan publik atas penggunaan anggaran negara. (Lik)
Polemik Proyek PJU Sidoarjo, Pemenang Lelang Tak Mengakui Pekerjaan






