FAKTA – Merawat Bumi dan menjaga Pertiwi merupakan konsentrasi dan konsistensi PDI-Perjuangan dalam rangka memelihara lingkungan hidup. Hal tersebut ditandai dengan penanaman 3000r bibit pohon kopi di hutan lereng Gunung Slamet Kabupaten Tegal dilakukan.
Demikian disampaikan MG Marhaenisme Manto Ketua DPC PDI-P Kabupaten Tegal dalam acara pembukaan gerakan menanam pohon hutan lereng gunung Slamet bertempat di Posko I pendakian Gunung Slamet di Desa Guci, pada hari Sabtu, 7 Pebruari 2026.
Acara penanaman 3000 pohon di hutan lereng gunung Slamet dihadiri Dr. Ir. Harris Turino Kurniawan, M.Si., M.M, anggota DPR RI dari Fraksi PDIP dan dr. Messy Widiastuti, M.A.R.S, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
“Kegiatan tersebut sekaligus merupakan giat sosial dalam rangka ulang tahun PDI-P yang ke-53 dan ulang tahun Ibu Megawati Soekarno Putri, ketua umum PDI-P yang ke-79. Tujuan penamaan pohon itu sendiri adalah untuk memulihkan ekosistem, mencegah erosi/longsor, dan mengurangi risiko banjir bandang,” ujar Oni, panggilan akrab ketua DPC PDI-P Kabupaten Tegal.
Tambahnya, penanaman dilakukan di kawasan hutan Gunung Slamet, terutama di wilayah Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Sehingga ada upaya pemulihan ekosistem atau reboisasi untuk memperbaiki lahan kritis atau hutan yang rusak akibat penebangan liar atau kebakaran, sekaligus memulihkan habitat asli bagi berbagai satwa.
Dalam kegiatan tanam pohon dilakukan oleh semua komponen pengurus partai dilibatkan dan melibatkan unsur masyarakat. Diperkirakan jumlah yang melakukan Kegiatan ini sebanyak 700 orang. diharapkan dapat memperbaiki fungsi lindung hutan di lereng Gunung Slamet yang krusial bagi ekosistem sekitarnya.
“Pemulihan Ekosistem, atau reboisasi untuk memperbaiki lahan kritis atau hutan yang rusak akibat penebangan liar atau kebakaran, sekaligus memulihkan habitat asli bagi berbagai satwa,” jelas Oni.
Tambahnya, penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat secara partisipatif untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana di masa depan.

Sementara Bendahara DPC PDI-P Kabupaten Tegal, KRT.Sugono Adinegoro menyampaikan, kegiatan menanam pohon di lereng gunung Slamet ini merupakan bentuk kepatuhan atas instruksi Ibu Megawati Soekarnoputri untuk menjaga Pertiwi.
“Semua kader PDI-P mendapat instruksi untuk jaga Pertiwi. Ini mencakup penghormatan terhadap alam, perlindungan hutan adat, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda untuk merawat bumi yang memberi kehidupan,” terang Sugono yang juga menjadi Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Tegal.
Dijelaskan Sugono lagi, cara menjaga Pertiwi realisasi di lapangan bila ada penenbangan pohon 10 batang harus ditanam lagi 20 batang. Sehingga ada keseimbangan ekosistem dalam merawat hutan.
Terusnya, jumlah pohon yang ditanam di area hutan lereng gunung Slamet dalam giat tersebut sejumlah 3000 bibit pohon kopi. Alasannya, tanaman Kopi jenis tanaman keras punya akar yang dalam dan menjalar. Sehingga bisa mencegah erosi tanah, menjaga sumber mata air, serta mengurangi risiko tanah longsor dan banjir bandang.
“Setelah penanam pohon kopi diimbau Sugono, masyarakat memantau pertumbuhan bibit agar bertahan hidup hingga besar, bukan hanya sekadar menanam. Nantinya disamping menjaga ekosistem juga hasil dari tanaman Kopi bisa mendukung ekonomi warga setempat,” pungkas Sugono. (sus)






