FAKTA – Di balik sebuah gitar akustik yang menghasilkan suara merdu, perpaduan antara seni, ketelitian, hobi yang mendalam, dan dedikasi, di Kota Batu terdapat sisok pria dengan satu anak, sebut saja Indra.
Disela-sela kesibukannya sebagai pengamen jalanan, dirinya ternyata piawai membuat gitar akustik secara otodidak.
Itu bisa dilihat, saat awak media bertandang ke rumahnya di Dusun Prambanan, Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tampak pria berambut gondrong ini memilih kayu, membentuk bodi, dan mengatur resonansi.
Dirinya menjelaskan, bahwa inovasinya membuat gitar menghasilkan dengan suara yang lebih nyaring, kaya, dan nyaman dimainkan, yang menjadi standar gitar klasik hingga saat ini didapat belajar dari YouTube.
“Karena keterbatasan ekonomi ingin membeli gitar saya tidak mampu, akhirnya saya belajar secara otodidak sambil melihat YouTube, sehingga pada akhirnya memutuskan untuk membuatnya sendiri di bengkel kecil di belakang rumah dengan peralatan seadanya,” terangnya, pada Selasa (2/2/2026).
Namun, siapa sangka, ternyata usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) miliknya kini berhasil memproduksi gitar akustik berkualitas tinggi.
Gitar Karya Indra Dibeli Personel Brain Wash
Pasalnya, gitar karyanya dikenal memiliki karakter khas dan banyak dipesan hingga ke beberapa band underground punk seperti Brain Wash, dengan harga berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan.
“Kebetulan personil band punk rock Brain Wash memesan gitar akustik, setelah selesai saya memberikan dengan harga pertemanan ratusan ribu saja, dan ternyata mereka sangat senang,” ungkap Indra.
Menurutnya, dalam proses membuat gitar, dirinya sengaja menggabungkan seni ukir dengan keahlian khusus dengan tujuan agar suara yang dihasilkan enak didengar.
“Yang terpenting harus proposional, walaupun saat ini dengan keterbatasan alat yang seadanya namun harus selalu profesional demi para pelanggan,” paparnya.
Saat ini, dirinya fokus pada inovasi untuk menghasilkan suara yang indah dan tampilan yang artistik, karena juga harus menyertakan ukiran yang sangat rumit pada sebuah gitar buatannya.
Dibalik inovasi yang dijalankan ternyata berbuah manis, sebab dedikasi dalam menciptakan sebuah gitar akustik yang berkualitas dengan harga terjangkau tentunya dibutuhkan ketelitian yang tinggi.
Belakangan diketahui, ternyata ia tidak hanya membuat gitar saja, melainkan akan tetapi juga berbagi ilmunya kepada orang lain, sehingga beberapa teman-temannya sesama pengamen jalanan kini telah mandiri menjadi pembuat gitar juga.
Proses Pembuatan Gitar Akustik
Lebih lanjut, dirinya menerangkan, bahwa dalam proses pembuatan gitar melewati beberapa tahapan yang terbilang sangat rumit sekali.
“Salah satunya harus memilih jenis kayu terbaik untuk suara yang optimal, serta membentuk kayu menjadi bodi gitar yang selanjutnya memasang rangka di dalam bodi untuk ketahanan dan resonansi, dan yang terakhir memasang leher gitar dan jembatan senar dengan presisi tinggi agar suara tidak fretbuzz,” jelasnya.
Harapkan Bantuan dari Pemerintah
Sosok Indra pembuat gitar asal Kota Batu mengharapkan bantuan dari pemerintah Kota Batu dalam mengembangkan usaha UMKM yang tengah ia lakoni.
“Terus terang, saya memang terganjal dana untuk mengembangkan sebuah ini, maka dari itu saya mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Batu untuk membantu agar usaha saya ini dapat berkembang,” pungkasnya sembari berharap.
Sebagai informasi, dewasa ini para pembuat gitar akustik seringkali dimulai dari hobi, kecintaan pada musik, atau keinginan untuk menciptakan instrumen yang memiliki jiwa tersendiri, yang tidak bisa didapatkan dari produksi massal. (F.1015)






