Daerah  

Guci Pasca Diterjang Banjir Bandang, Bupati Tegal dan Masyarakat melaksanakan Istigasah

Masyarakatnya Desa Guci dan Desa Renbul bersama Bupati Tegal mengadakan istikamah.

FAKTA – Pesona keindahan Alam Guci dicoba oleh Sang Maha pencipta. Musibah air bah dan longsor dari puncak Gunung Slamet menerjang menghancurkan beberapa wahana wisata Obyek Wisata Guci.

Dampaknya, warga desa Guci dan desa Rembul dirundung duka. Bukan saja rasa kekuatiran oleh amukan alam namun berpengaruh pada sendi ekonomi. Karena masyarakat Guci dan Rembul kebanyakan sebagian pelaku UMKM di area Wisata Guci.

Adanya musibah tersebut untuk mohon keselamatan Ratusan warga Desa Guci dan Desa Rembul bersama Pemerintah Kabupaten Tegal menggelar istigasah dan doa bersama di Objek Wisata Guci, Kamis (29/01/2026) sore.

Bupati Tegal bersama Forkompinda hadir dalam istigasah bersama warga di area Obyek Wisata Guci. Pelaksanaan Istigasah dilaksanakan dengan khidmat.

Dalam acara Istiqosah Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman menuturkan kegiatan ini merupakan wujud ikhtiar spiritual sekaligus kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memohon keselamatan serta percepatan pemulihan pascabencana.

“Kami sangat prihatin atas bencana yang menyebabkan kerusakan infrastruktur wisata serta berdampak pada sektor ekonomi, khususnya para pelaku UMKM di kawasan Guci,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat sebagian wisatawan menunda berkunjung ke Guci sehingga sangat berpengaruh terhadap pendapatan warga sekitar.

“Semoga dengan kebersamaan dan ikhtiar bersama ini, Guci akan kembali pulih, wisata kembali ramai, dan ekonomi masyarakat bangkit. Guci merupakan salah satu wisata kebanggaan Kabupaten Tegal yang sudah dikenal secara nasional,” ujarnya.

Bupati menerangkan sejak hari pertama bencana terjadi, Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Forkopimda langsung turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi kerusakan, meninjau kondisi secara langsung, serta menetapkan status bencana.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Tegal dan BPBD Provinsi Jawa Tengah sedang melakukan asesmen untuk menentukan langkah perbaikan lanjutan.

“Kami akan fokus pada infrastruktur umum atau dasar yang menjadi kewajiban Pemkab Tegal seperti Jembatan Curug Jedor, Jembatan Pancuran 13, dan Pancuran 5. Kami menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk penanganan tersebut,” terangnya.

Bupati juga menerangkan penanganan Jembatan Curug Jedor nantinya akan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) BPBD Kabupaten Tegal senilai kurang lebih Rp500 juta untuk jembatan bailey.

Sedangkan untuk penanganan Jembatan Pancuran 13, Pemkab sudah memiliki anggaran yang sebelumnya akan digunakan membangun jembatan dari UPTD menuju parkiran Graha Tirta Ayu (GTA) Guci.

Sementara itu, Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Infanteri Rachmat Ferdiantono mengajak masyarakat lebih menjaga kelestarian lingkungan kawasan Guci. Kawasan wisata tersebut memiliki potensi besar dan menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Tegal.

Dalam kesempatan ini, Bupati Ischak Maulana Rohman didampingi Wakil Bupati Ahmad Kholid menyalurkan santunan dari Baznas Kabupaten Tegal senilai Rp26,7 juta kepada anak yatim, janda, serta pelaku UMKM yang terdampak bencana. Bupati juga menyerahkan bantuan bingkisan sembako dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang berupa minyak goreng, mi instan, gula, teh, dan lain sebagainya. (Herman Mo)