FAKTA — Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis secara resmi mengambil sumpah jabatan dan melantik 15 Penjabat Wali Nagari Persiapan dalam sebuah prosesi yang digelar di Hall IKK Parit Malintang, Kamis (29/1/2026).
Pelantikan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya penataan pemerintahan nagari di Kabupaten Padang Pariaman. Pembentukan nagari persiapan dipandang sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga ke tingkat paling dekat dengan masyarakat.
John Kenedy Azis menegaskan bahwa pembentukan nagari persiapan bukanlah proses instan. Menurut dia, kebijakan tersebut lahir melalui tahapan panjang, kajian mendalam, serta partisipasi aktif masyarakat yang berlandaskan semangat musyawarah dan mufakat.
“Pemekaran nagari melalui pembentukan nagari persiapan merupakan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan publik, mempercepat pemerataan pembangunan, serta mendekatkan pemerintah dengan masyarakat,” ujar John Kenedy Azis.
Ia menjelaskan, dengan wilayah pemerintahan yang lebih terjangkau, penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Bupati juga memaparkan bahwa hingga 2025, Kabupaten Padang Pariaman memiliki 17 kecamatan dengan total 103 nagari. Kehadiran 15 nagari persiapan ini diharapkan mampu mewujudkan tujuan Penataan Desa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Penataan nagari, lanjutnya, bertujuan meningkatkan efektivitas pemerintahan nagari, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan daya saing nagari.
John Kenedy Azis menambahkan, masa pemerintahan nagari persiapan berlangsung selama tiga tahun. Dalam periode tersebut, para Penjabat Wali Nagari Persiapan memiliki tugas strategis sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa.
“Tugas itu meliputi penetapan batas wilayah nagari, pengelolaan anggaran operasional, pembentukan struktur organisasi, pengangkatan perangkat nagari, penyediaan fasilitas dasar, pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan, pendataan potensi nagari, hingga pembukaan akses perhubungan antar nagari,” kata dia.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah nagari induk, unsur adat, tokoh masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah, untuk bersama-sama mendukung penyelenggaraan nagari persiapan agar dapat berkembang menjadi nagari definitif.
“Semoga nagari persiapan yang kita resmikan hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Gubernur Sumatera Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat Yozarwadi Usama Putra menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Penjabat Wali Nagari Persiapan yang dilantik. Ia juga menyampaikan pesan gubernur agar para penjabat membangun sinergi dan komunikasi yang harmonis dengan masyarakat, serta mengelola dana desa secara efektif, transparan, dan bertanggung jawab.
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua DWP, para camat, wali nagari, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Adapun 15 Penjabat Wali Nagari Persiapan yang dilantik adalah Fitri Suryanti (Kuranji Hilir Timur), Vebi Deswanto (Kuranji Hilir Selatan), Zarma Hanifah (Pilubang Utara), Inrizal (Duku Pilubang), Hanafi (Pilubang Timur), Mardalena (Campago Utara), Siri (Padang Alai Utara), Mira Sri Artuti (Lurah Ampalu Timur), Awal Hidayat (Kurai Taji Utara), Devies Frimen (Sungai Garinggiang), Elmi Desmawati (Sungai Sirah Utara), Markos (Sungai Sirah Selatan), Linda (Sungai Sirah Timur), Aflizaldi (Kampung Dadok), dan Chendra Yanti (Aua Malintang Tengah). (SS)






