FAKTA – Beda dengan Pati, Jawa Tengah Bupati kena KPK, masyarakat syukuran, sedangkan Wali Kota Madiun justru masyarakat banyak berbeda sikap dan menunjukkan solidaritas.
Mungkin Madiun Kota membangun secara totalitas, dan menjadi percontohan, dan pernah kolaborasi dengan kota Kediri belum lama ini.
“Apabila ada keluhan dan kekurangan, cuma sedikit,” tutur warga, sebagai juru parkir ini.
Masalahnya seorang pejabat apabila sukses membangun tidak boleh menerima hadiah atau gratifikasi seperi fee izin dan fee CSR.
Sebenarnya soal hal semacam dugaan fee tidak kurang dilakukan oleh kepala daerah lainnya, cuma pejabat punya apes atau nasib yang berbeda.
Banyaknya warga kota Madiun, tunjukkan aksi Solidaritas seperti sesudah dan selanjutnya bukti bahwa Walikota Madiun sukses membangun Kota Madiun.
Penangkapan Wali Kota Madiun, Maidi, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.
Di tengah proses hukum yang kini berjalan, sebagian warga justru menunjukkan solidaritas dan dukungan moral kepada orang nomor satu di Kota Pendekar tersebut, meskipun tidak sedikit pula yang mengungkapkan rasa kecewa.
Maidi dikenal sebagai figur kepala daerah yang dekat dengan masyarakat dan aktif melakukan pembangunan di berbagai sektor seperti mengubah wajah jalan Pahlawan Madiun menjadi kawasan wisata yaitu Pahlawan Street Center dan Pahlawan Religi Center.
“Iklim wisata di madiun yang setahun (2025) mencapai 3 juta orang bisa bertambah,” kata Maidi dalam akun IG @pakmaidi.
Citra tersebut membuat sebagian warga Madiun sulit mempercayai kabar penangkapan yang dilakukan lembaga antirasuah. Dukungan itu terlihat jelas di kolom komentar media sosial pribadi Maidi, khususnya di Instagram, yang dipenuhi doa dan pesan penyemangat.
Seorang warganet dengan akun (et) read*** menuliskan komentar bernada dukungan dalam bahasa Jawa. Ia menyebut Maidi sebagai sosok pemimpin yang baik dan mengingatkan bahwa semakin tinggi posisi seseorang, maka semakin besar pula ujian yang dihadapi.
“Njengan tiyang sae pak, saya tetap dukung Pak Maidi. Semakin tinggi pohon semakin kenceng anginnya. Bismillah pak semoga cepat selesai,” tulisnya.
Komentar serupa juga datang dari (et) indra*** yang menduga adanya unsur fitnah di balik perkara tersebut. Ia berharap Maidi tetap berada dalam lindungan Tuhan dan menyebut bahwa kemajuan Kota Madiun bisa saja memunculkan pihak-pihak yang tidak menyukai keberhasilan tersebut.
Namun, tidak semua reaksi publik bernada positif. Sejumlah warga mengaku terkejut dan kecewa atas penangkapan tersebut. Salah satunya disampaikan (et) moje*** yang menuliskan kekecewaannya karena Maidi sebelumnya digadang-gadang sebagai pemimpin yang membawa harapan besar bagi masyarakat Madiun.
“Waduh pak.. Kadung digadang2 wong sak ndayak kerat kok OTT, (terlanjur diharap-harapkan orang banyak kok OTT),” ujarnya.
(rf)






