Malam Hangat di Jayasabha, Gubernur Koster Buka Arah Bali 100 Tahun di Hadapan Insan Pers

FAKTA – Suasana Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (04/1/2026) malam, terasa berbeda. Di tengah nuansa keakraban, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar ramah tamah dan silaturahmi bersama awak media cetak, elektronik, dan online.

Pertemuan ini menjadi momen langka setelah lebih dari sepuluh bulan tidak terjalin tatap muka langsung antara pimpinan daerah dan insan pers.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali IB Surja Manuaba, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali Gede Pramana, serta para pimpinan redaksi dari berbagai platform media.

Kehadiran para pemangku kepentingan itu menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media dalam mengawal pembangunan daerah.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers yang selama ini berperan strategis menyampaikan program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali kepada masyarakat.

Ia menekankan, pada periode kedua kepemimpinannya yang dimulai tahun ini, dukungan media menjadi elemen krusial dalam menjaga keterbukaan informasi publik.

Meski belum sempat bersilaturahmi secara langsung dalam beberapa bulan terakhir, Koster mengakui peran aktif media tetap berjalan tanpa jeda.

Melalui berbagai platform pemberitaan, program pembangunan Bali terus tersampaikan kepada publik secara luas dan berkelanjutan.

“Media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan kepada masyarakat apa yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Berkat dukungan media, berbagai program dapat tersosialisasi dengan baik,” ujar Gubernur Koster di hadapan para jurnalis.

Ia menjelaskan, seluruh kebijakan dan program yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 hingga Desember 2025 merupakan bagian dari fondasi besar Haluan Bali 100 Tahun.

Konsep tersebut menjadi arah dan pedoman pembangunan Bali, tidak hanya untuk lima tahun ke depan, tetapi juga sebagai visi jangka panjang peradaban Pulau Dewata.

Lebih jauh, Koster menegaskan arah pembangunan Bali ditujukan untuk mewujudkan daerah yang tumbuh kuat, berkembang, dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal.

Menurutnya, keseimbangan antara modernitas dan tradisi menjadi kunci masa depan Bali.

Sejumlah program strategis yang telah berjalan sebelumnya akan terus dilanjutkan dan diperkuat.

Di antaranya penggunaan busana adat Bali, pelestarian aksara Bali, serta penguatan pemanfaatan produk lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah.

“Bali memiliki warisan yang sangat berharga untuk diteruskan kepada generasi sekarang dan generasi mendatang. Pembangunan yang kami lakukan bukan hanya membangun secara fisik, tetapi membangun sebuah peradaban,” tegasnya.

Gubernur Koster juga mengungkapkan bahwa implementasi Haluan Bali 100 Tahun akan segera dimulai dalam waktu dekat agar menjadi pemahaman bersama seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap, media dapat terus menjadi mitra strategis dalam mengawal dan menyampaikan arah pembangunan tersebut secara objektif dan berimbang.

Menutup pertemuan, Gubernur Koster menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi insan pers selama ini.

Ia berharap jalinan komunikasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan media dapat terus terjaga demi kelancaran pembangunan Bali ke depan. (F1)