FAKTA — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Korong Surantih, Nagari Lubuak Alung, Jumat malam. Demi keselamatan warga, korban terdampak banjir dievakuasi ke SD Negeri 19 Surantih yang ditetapkan sebagai lokasi pengungsian sementara.
Proses evakuasi dan penanganan pengungsi dilakukan oleh tim gabungan di bawah komando langsung Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. Bupati menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk segera menyiapkan sekolah tersebut agar layak digunakan sebagai tempat pengungsian, sekaligus memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar warga.
“BPBD kita minta segera menyiapkan lokasi pengungsian, memastikan kebutuhan dasar seperti alas tidur, selimut, busa, serta logistik lainnya tersedia dan bisa dimanfaatkan warga,” kata John Kenedy Azis di lokasi pengungsian.
Selain penyediaan logistik, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menurunkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat. Tenaga medis disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan memantau kondisi para pengungsi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Terkait dampak kerusakan akibat banjir, Bupati menyampaikan bahwa pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Hingga saat ini, laporan sementara menyebutkan adanya dua unit rumah warga di Surantih yang dilaporkan hancur atau hanyut akibat derasnya arus banjir.
“Untuk kerugian atau kehilangan infrastruktur, saya belum mendapatkan laporan lengkap. Informasi terakhir yang saya terima, di Surantih terdapat dua rumah yang dilaporkan hancur atau hanyut. Ini masih data sementara,” ujarnya.
Bupati menilai lokasi pengungsian di SD Negeri 19 Surantih cukup aman dan layak untuk menampung warga terdampak. Fasilitas pendukung seperti air bersih dan kamar mandi dinilai memadai untuk kebutuhan sementara para pengungsi.
“Alhamdulillah, lokasi ini cukup aman, bersih, tersedia air dan kamar mandi. Kita manfaatkan sekolah dasar negeri ini sebagai tempat pengungsian sementara. Mudah-mudahan dengan doa kita bersama, besok warga sudah bisa kembali ke rumah masing-masing,” katanya.
Diakhir keterangannya, John Kenedy Azis mengimbau masyarakat Padang Pariaman untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.
“Saya mengimbau kepada dunsanak ambo di manapun berada di Kabupaten Padang Pariaman agar lebih berhati-hati. Jika hujan sudah berlangsung lebih dari tiga sampai empat jam, sebaiknya segera mencari tempat yang aman dan bebas dari potensi banjir,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya untuk terus siaga dan hadir di tengah masyarakat, guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan dampak bencana di wilayah terdampak. (ss)





