Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Lahat, Kajari Lahat: Siapapun Terlibat Tidak Ada Ampun

FAKTA – Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Teuku Luftansyah Adhyaksa Putra.SH.MH melalui Kasi Pidana Khusus Indra Susanto.SH dalam keterangan tertulis melalui pesan singkat Whatsapp kepada wartawan Majalah Fakta, Rabu (24/12/2025).

“KONI 2014 masih tahap penyelidikan saya tidak ada beban” pokonya siapapun yang terlibat tidak ada ampun sepanjang alat bukti terpenuhi dalam keterangan tertulis melalui pesan singkat washhap kepada FAKTA. kita lagi focus penyidikan koni yabg hampir merampungkan Hasil Perhitungan Kerugian Negara dan dalsm Minggu ini jang melakukan BAP terhadap Ahli PKN tersebut singkatnya.

Disingung soal Perkara Tindak pidana korupsi Pengadaan Alat Kesehatan (alkes) Anggaran APBD Tahun 2024

” Sementara belum ada pemanggilan saksi terkait pengadaan Alkes Dinas Kesehatan Tahun 2024 senilai Rp 28 Milyar sudah tahap penyidikan berdasarkan Sprindik nomor nomor PRINT: 2544/L.6.14/Fd.1/12/2025 tanggal 3 Desember 2025

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Lahat dalam konferensi pers pihak tindak Pidana Khusus saat ini sedang melakukan tahap penyelidikan terkait dana hibah KONI Lahat Tahun anggaran 2024 sebesar Rp 5,9 miliar.

Hal ini dibenarkan oleh Kejari Lahat Toto Roedianto,SH.MH dia di promosikan jabatan Aspidum di Kejati Riau,

Dalam Press Conference awak media hadir dalam keterangan pers Toto Menyampaikan bahwa Dana Hibah KONI Lahat Tahun 2024 menelan Dana sebesar Rp 5,9 Milyar, dan saat itu di tahun 2024 tidak ada kegiatan berdasarkan informasi dilapangan Dana hibah KONI Lahat tahun 2024 telah dicairkan dan saat peralihan kepengurusan KONI Lahat diduga tidak ada kegiatan yang dilaksanakan di tahun itu,

” Benar saat ini tim pidsus kita melakukan penyelidikan terhadap penggunaan anggaran dana hibah KONI Lahat Tahun 2024 tersebut ungkap Toto Roedianto usai acara Kegiatan Pemusnahan barang bukti pada Selasa (9/12/2025)

Bahkan sudah melakukan pemanggilan terhadap pengurus KONI Lahat, guna untuk menggali dana hibah tersebut,

Kasi Intel Rio menambahkan dana hibah KONI tersebut akan kita” kejar sehingga menemukan titik terang dalam penggunaan dana hibah tersebut

“Dan saat ini tim khusus kita terus masih menggali informasi dan keterangan serta mendalami bukti fakta dilapangan,” kata Rio. (Bambang MD)