FAKTA – Kabupaten Lumajang kembali bergulat dengan situasi darurat pascabencana. Di Dusun Sumberlangsep di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Senin (8/12/2025) tampak diselimuti hamparan material lahar dan debu vulkanik yang menggulung dari lereng Gunung Semeru.
Di tengah kondisi yang masih menyisakan kecemasan warga, personel gabungan dari Brimob Polda Jawa Timur, Polres Lumajang, serta jajaran Polsek hadir membawa semangat kemanusiaan.
Sejak pagi, deru mesin kendaraan taktis terdengar memasuki wilayah yang terdampak paling parah.
Anggota kepolisian turun tangan membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah yang mulai terancam luapan lahar susulan. Satu per satu, perabotan, pakaian, hingga dokumen penting diangkat dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Tak berhenti pada proses evakuasi, personel gabungan juga menyibukkan diri membersihkan rumah-rumah penduduk yang tertimbun material vulkanik.
Dinding dan lantai rumah yang sebelumnya tertutup pasir dan abu perlahan kembali terlihat setelah petugas bersama warga bekerja bahu-membahu mengangkat material tersebut.
Suasana gotong royong begitu terasa, meski wajah-wajah kelelahan tak dapat disembunyikan.
Gang-gang pemukiman yang sempat tertutup lumpur, pasir, dan abu vulkanik pun tak luput dari perhatian.
Para personel bergerak menyapu dan mengeruk material tebal yang menghalangi akses masyarakat.
Jalan yang sebelumnya gelap oleh lumpur perlahan mulai terbuka kembali, memberi harapan bagi warga untuk melanjutkan aktivitas mereka.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab Polri dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
“Personel gabungan kami terjunkan untuk membantu meringankan beban warga terdampak bencana lahar Gunung Semeru,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan anggota Polri, khususnya Brimob Polda Jatim dan Polres Lumajang, di tengah warga bukan sekadar bantuan fisik.
Lebih dari itu, kehadiran mereka diharapkan membawa rasa aman serta mempercepat pemulihan kehidupan sosial masyarakat yang terhenti akibat bencana.
Tak lupa, AKBP Alex juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi luapan lahar susulan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan dan peringatan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Di tengah debu dan kepulan pasir yang masih beterbangan, kerja kemanusiaan itu menjadi sinyal bahwa pemulihan mulai berjalan.
Harapan pun perlahan tumbuh kembali di Dusun Sumberlangsep—tempat di mana masyarakat tak dibiarkan menghadapi dampak bencana seorang diri. (F1)






